MANOKWARI — Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah XIV Papua Barat memprioritaskan peningkatan kompetensi dan sertifikasi tenaga pendidik. Ketua APTISI Papua Barat Filep Wamafma menyampaikan agenda tersebut pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan perhatian pada perguruan tinggi swasta yang menghadapi keterbatasan fasilitas serta kesempatan pengembangan karier.
Menurut laporan ANTARA, perhatian APTISI mencakup dosen dari sebelas perguruan tinggi swasta di Papua Barat. Perbedaan kapasitas institusi membuat tenaga pengajar memiliki kebutuhan pendampingan yang tidak selalu sama, terutama dalam menyiapkan persyaratan profesional dan administrasi.
Kebutuhan pendampingan bagi dosen muda
Filep menjelaskan bahwa dosen, khususnya yang masih berada pada tahap awal karier, perlu memperoleh pelatihan untuk memperkuat kemampuan pembelajaran. Program pendampingan juga diharapkan membantu tenaga pengajar memahami persyaratan sertifikasi dan menyusun langkah pemenuhan dokumen yang diperlukan.
Pengembangan karier dosen berhubungan dengan berbagai unsur, mulai dari keterampilan pedagogik hingga kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, dan kenaikan jabatan akademik. Ketentuan tersebut tidak dapat dipenuhi melalui satu kegiatan saja, sehingga bantuan yang berkelanjutan menjadi perhatian organisasi.
APTISI turut menyoroti kesejahteraan dosen PTS yang sangat dipengaruhi kemampuan masing-masing perguruan tinggi. Menurut Filep, tidak seluruh institusi dapat menyediakan dukungan yang memadai; persoalan itu perlu mendapat perhatian bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Kerja sama dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten menjadi salah satu arah yang hendak ditempuh. Organisasi berharap terdapat perhatian terhadap kesempatan studi lanjut agar jumlah dosen berkualifikasi doktor dan profesor di Papua Barat terus bertambah.
Rilis tersebut tidak menyebut besaran anggaran beasiswa doktor yang telah disetujui ataupun jadwal seleksi baru bagi dosen. Informasi yang dapat dipastikan ialah prioritas pelatihan, sertifikasi, kesejahteraan, dan upaya memperluas kolaborasi bagi tenaga pengajar di sebelas perguruan tinggi swasta.