Langsung ke konten
BERITADOSEN.PORTAL AKADEMIK
Beranda / Kebijakan Pendidikan Tinggi / Artikel

Bank Indonesia Gelar FGD Ekonom dan Peneliti di Semarang

Ilustrasi sumber Harian Disway untuk pembahasan stabilitas moneter dan pertumbuhan dalam FGD BI bersama dosen
Foto: Ilustrasi: Harian Disway

SEMARANG — Bank Indonesia mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan dosen dan peneliti ekonomi di Semarang pada 26–27 Oktober 2026. Forum yang dilaporkan Harian Disway itu menempatkan persoalan stabilitas nilai tukar dan kebutuhan menjaga pertumbuhan ekonomi sebagai bahan utama pembahasan.

Menurut tulisan Bagong Suyanto dan Rahma Sugihartati yang terbit 26 Oktober, sekitar 50 peserta dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian mengikuti kegiatan di Hotel Gumaya, Semarang. Peserta yang disebut berasal dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Airlangga, Universitas Mataram, Universitas Negeri Jakarta, Undip, IPB, Unesa, dan Unhas.

Menimbang keseimbangan stabilitas dan pertumbuhan

Diskusi tersebut berlangsung ketika kebijakan moneter menghadapi tekanan dari ketidakpastian ekonomi global dan kebutuhan pembiayaan kegiatan usaha di dalam negeri. Dalam keadaan demikian, bank sentral harus mempertimbangkan pengaruh tingkat suku bunga terhadap inflasi, nilai tukar, kredit, dan aktivitas produksi.

Bagong dan Rahma membahas pilihan kebijakan yang sulit ketika langkah menjaga kestabilan harga serta mata uang dapat membatasi sebagian ruang ekspansi ekonomi. Perspektif akademik diperlukan untuk menguji asumsi, membaca data terbaru, dan mendiskusikan risiko dari setiap pilihan.

Keikutsertaan dosen dari lintas universitas menjadi kesempatan mempertemukan kajian ilmiah dengan persoalan kebijakan yang sedang dihadapi otoritas moneter. Forum dialog semacam ini dapat memperluas sudut pandang tentang cara kebijakan berdampak pada pelaku ekonomi serta masyarakat.

Tulisan sumber memuat analisis dan pandangan para penulis tentang perkembangan ekonomi serta pilihan kebijakan yang mungkin diambil. Pendapat itu perlu dibedakan dari pernyataan resmi Dewan Gubernur Bank Indonesia, terutama apabila menyangkut prediksi perubahan suku bunga pada bulan berikutnya.

Karena kegiatan dilaporkan ketika forum masih berlangsung, belum ada dokumen hasil akhir yang menegaskan rekomendasi bersama seluruh peserta atau keputusan kebijakan baru dari BI. Pemberitaan ini berfokus pada pelaksanaan forum ilmiah dan persoalan moneter yang dibahas, tanpa menafsirkan diskusi sebagai penetapan kebijakan.

PenelitianKebijakan MoneterEkonomi

Kampus: Bank Indonesia

Ada koreksi atau informasi tambahan? Hubungi [email protected].