YOGYAKARTA — Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menggelar sesi berbagi kewirausahaan pertanian bersama Elizabeth Hallgren, instruktur nasional program NSF Innovation Corps atau I-Corps Amerika Serikat, pada Selasa, 3 November 2026. Kegiatan dilaksanakan di Joglo Tea, Coffee, and Cacao Learning Center Faperta UGM.
Elizabeth Hallgren merupakan National Instructor sekaligus Great Plains Hub Lead Instructor NSF I-Corps. Dalam forum itu, ia membahas pentingnya peneliti memahami calon pengguna, menemukan permasalahan pasar, dan melakukan validasi sebelum mengembangkan inovasi menjadi produk atau layanan.
Kegiatan juga menghadirkan Candra Rahmani Priyambada, Direktur CV Mulya Makmur Lestari yang dikenal melalui usaha Yahuud Yogurt. Keduanya memberikan perspektif berbeda mengenai tantangan mengubah pengetahuan hasil penelitian menjadi peluang usaha yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Konteks dan tindak lanjut
Dekan Faperta UGM Subejo bersama pimpinan dan sejumlah dosen menghadiri agenda tersebut. Diskusi antara akademisi dan praktisi juga membahas minat mahasiswa terhadap kewirausahaan, kendala memulai usaha, serta pemanfaatan Lean Startup Model Canvas untuk menyusun gagasan bisnis secara sistematis.
Rilis Faperta UGM menempatkan kegiatan sebagai ruang pembelajaran dan penguatan ekosistem inovasi. Belum ada laporan bahwa seluruh hasil riset dosen yang dibahas telah memperoleh investor atau ditransfer menjadi usaha komersial setelah diskusi berlangsung.
Penerapan metode validasi pasar dapat membantu peneliti menguji asumsi mengenai konsumen dan manfaat teknologi. Namun, keberhasilan komersialisasi tetap memerlukan proses pengembangan produk, penilaian keekonomian, pengurusan kekayaan intelektual, dan kemitraan lanjutan yang tidak otomatis selesai pada satu lokakarya.