YOGYAKARTA — Departemen Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan World Bank membahas pengembangan dashboard spasial untuk mendukung perencanaan pembasahan kembali lahan gambut. Pertemuan pada 16 Oktober 2026 itu menyoroti 337 Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) di enam provinsi yang menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan.
Tim UGM diwakili Trias Aditya dan Dany Puguh Laksono. Mereka membahas skenario intervensi berdasarkan kondisi hidrologi dan karakteristik spasial kawasan gambut, sehingga pengambilan keputusan dapat mempertimbangkan variasi kondisi tiap lokasi.
Memadukan hidrologi, elevasi, dan pertimbangan sosial
Dashboard yang tengah disiapkan dirancang memanfaatkan data stasiun Tinggi Muka Air Tanah (TMAT), model elevasi digital seperti LiDAR dan DEM, serta informasi kemiringan lereng. Data-data itu diperlukan untuk menyusun simulasi penempatan sekat kanal dan opsi pompanisasi.
Selain parameter fisik, rancangan analisis mencakup batas desa, jejak area yang pernah terbakar atau burn scars, serta Indeks Desa Membangun. Pendekatan ini dimaksudkan agar prioritas pembasahan tidak hanya mempertimbangkan pengendalian air, tetapi juga kondisi penduduk dan pemanfaatan lahan.
Tim membahas pula wilayah penyangga atau buffer zone hingga lima kilometer di sekitar konsesi. Area tersebut penting karena pengaturan air pada satu lokasi dapat berkaitan dengan kebutuhan lahan masyarakat dan kawasan yang dikelola pihak lain.
Konsep berbagi pengelolaan air atau water sharing menjadi salah satu perhatian dalam rancangan penanganan tersebut. Penentuan lokasinya tetap memerlukan perbandingan skenario, ketersediaan infrastruktur, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan lintas wilayah.
Menurut laporan Departemen Teknik Geodesi UGM, hasil pemodelan direncanakan dibahas lebih lanjut dalam forum lintas kementerian dan institusi. Dashboard pada tahap ini merupakan perangkat analisis yang dikembangkan untuk mendukung kebijakan; belum ada dasar untuk menyatakan sistem tersebut telah terbukti menurunkan luas kebakaran atau menghentikan penurunan permukaan gambut.