SURABAYA — Empat akademisi bidang teknologi informasi menerbitkan buku referensi yang membahas metodologi penelitian dan teknik penulisan karya ilmiah. Karya bersama I Gede Susrama Mas Diyasa, Supangat, Yisti Vita Via, dan Mohammad Idhom itu ditujukan untuk membantu mahasiswa dan peneliti merancang penelitian dari tahap perumusan persoalan sampai penyajian hasil.
Buku berjudul 'Riset Teknologi Informasi: Metodologi dan Penulisan Skripsi, Tesis, Disertasi, serta Artikel Ilmiah Bidang Teknologi Informasi' diterbitkan oleh KBM Indonesia. Menurut laporan ANTARA Jawa Timur pada 25 Oktober 2026, buku tersebut memiliki xxii halaman awal dan 313 halaman isi serta tercatat dengan ISBN 978-634-278-964-3.
Membahas metodologi hingga penulisan artikel ilmiah
Supangat, Ketua Riset Sistem Digital Forensik pada Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, menyampaikan bahwa salah satu kesulitan peneliti pemula adalah menyusun metodologi dan alur penulisan yang konsisten.
Buku tersebut menguraikan pendekatan dan konsep penelitian yang dapat dipakai dalam kajian teknologi informasi. Pembahasannya diarahkan agar pembaca lebih mudah menghubungkan pertanyaan penelitian, metode pengumpulan dan pengolahan data, serta bentuk keluaran ilmiah yang akan disusun.
Selain memandu penulisan skripsi, tesis, dan disertasi, buku ini juga membicarakan strategi menyiapkan artikel untuk jurnal ilmiah. Contoh kasus yang dekat dengan perkembangan teknologi digital disertakan untuk memberi konteks penerapan metode, bukan sekadar menyajikan aturan penulisan yang bersifat umum.
Keberadaan panduan metodologi dapat berguna bagi dosen yang membimbing tugas akhir maupun peneliti yang memerlukan rujukan saat menjelaskan pilihan metode kepada pembaca. Akan tetapi, penggunaan buku referensi tetap perlu disertai penyesuaian terhadap desain riset, bidang keilmuan, dan pedoman kampus atau jurnal tujuan.
ANTARA menyebut buku sudah tersedia melalui situs penerbit dan jaringan toko daring. Ketersediaan tersebut tidak berarti naskah penelitian yang mengikuti panduannya otomatis diterima jurnal bereputasi; mutu hasil penelitian tetap ditentukan oleh kebaruan, ketepatan metode, keterlacakan data, dan proses telaah sejawat.