Langsung ke konten
BERITADOSEN.PORTAL AKADEMIK
Beranda / Riset & Inovasi / Artikel

FAH UIN Jakarta Bahas AI yang Bertanggung Jawab untuk Publikasi Dosen

Workshop FAH UIN Jakarta tentang AI yang bertanggung jawab untuk riset dan publikasi
Foto: Humas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

BOGOR — Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan lokakarya peningkatan publikasi ilmiah dosen pada jurnal nasional dan internasional di kawasan Cisarua, Bogor, pada 19–21 Oktober 2026. Salah satu pembahasan utama ialah pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai alat bantu penelitian tanpa mengabaikan etika akademik.

Lokakarya melibatkan pimpinan universitas dan fakultas, termasuk Wakil Rektor Bidang Akademik Ahmad Tholabi Kharlie, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Amelia Fauzia, serta Dekan FAH Ade Abdul Hak. Peningkatan publikasi dibicarakan bersama upaya menjaga mutu metode penelitian, kontribusi keilmuan, dan pembinaan dosen muda.

AI membantu proses, tanggung jawab ilmiah tetap pada peneliti

Materi hari pertama disampaikan Muhammad Prabu Wibowo dari Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia. Ia memperkenalkan penggunaan AI generatif dalam pengembangan pertanyaan riset, penelusuran literatur, penyusunan instrumen, dan pengolahan data.

Peserta juga mempelajari kerangka penyusunan instruksi C.R.E.F.O. untuk memperjelas konteks, peran, pekerjaan yang diminta, bentuk keluaran, dan batasan penggunaannya. Perangkat seperti Google Colab, Python, dan Google Apps Script diperkenalkan sebagai sarana pendukung kerja penelitian yang tetap memerlukan pemeriksaan manusia.

Pada hari kedua, Muhammad Okky Ibrohim dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia membahas penulisan ilmiah berbantuan AI dan systematic literature review. Diskusi mencakup penelusuran sumber, pengelolaan referensi, seleksi literatur, ekstraksi data, dan penyusunan sintesis yang dapat ditelusuri prosesnya.

Para narasumber mengingatkan risiko referensi keliru, kode yang belum diverifikasi, angka statistik yang tidak sesuai data mentah, serta kutipan yang tidak tepat. Dalam bidang humaniora dan studi keislaman, ketelitian sumber asli menjadi penting karena perubahan konteks teks dapat mengubah makna.

FAH mendorong penguatan kelompok riset dan pendampingan publikasi berkelanjutan. Pelatihan AI tidak dinyatakan sebagai bukti bahwa penerimaan artikel pada jurnal bereputasi otomatis meningkat; hasilnya tetap bergantung pada rancangan penelitian, transparansi metode, kualitas naskah, dan proses penilaian jurnal.

Kecerdasan BuatanPenelitianPublikasi Ilmiah

Kampus: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Ada koreksi atau informasi tambahan? Hubungi [email protected].