Langsung ke konten
BERITADOSEN.PORTAL AKADEMIK
Beranda / Riset & Inovasi / Artikel

FIKES UB dan Monash Bahas Deteksi Dini Komplikasi Kaki Diabetik

Diskusi ilmiah dan pelatihan POCUS FIKES UB bersama Monash University tentang kaki diabetik
Foto: Humas UB / SWA Indonesia

MALANG — Departemen Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES UB) menjalin kegiatan akademik dengan Monash University, Australia, dalam program Mobilitas Riset Diaspora Berdampak Batch 1 2026. Rangkaian acara yang dilaksanakan pada 12–24 Oktober itu membahas inovasi riset dan pelayanan keperawatan terkait komplikasi kaki diabetik.

Kerja sama tersebut mencakup kuliah tamu, lokakarya Point-of-Care Ultrasound atau POCUS, pendampingan publikasi internasional, serta diskusi kelompok terarah dengan kelompok riset sindrom metabolik. Dukungan program berasal dari lingkungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

POCUS dan pendekatan berbasis bukti untuk keperawatan

Ketua program Heri Kristianto menjelaskan bahwa deteksi dini perubahan jaringan penting diperhatikan pada pasien diabetes yang berisiko mengalami luka kaki. Apabila tidak ditangani dengan tepat, infeksi pada luka dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat.

Kegiatan menghadirkan Adam Astrada dari Monash University sebagai narasumber utama. Mahasiswa sarjana, magister, pendidikan spesialis, dan praktisi kesehatan mengikuti pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan klinis dengan pengambilan keputusan berdasarkan bukti.

POCUS diperkenalkan sebagai teknologi pemeriksaan penunjang yang dapat membantu tenaga keperawatan memahami kondisi jaringan melalui ultrasonografi di tempat pelayanan. Dalam konteks riset, teknologi tersebut memberi peluang pengembangan metode pengamatan komplikasi secara lebih dini.

Namun, pemanfaatan pemeriksaan ultrasonografi memerlukan pelatihan, interpretasi yang tepat, serta kesesuaian dengan kewenangan dan protokol pelayanan. Pelaksanaan lokakarya tidak dapat disamakan dengan penerapan klinis nasional atau bukti bahwa angka amputasi telah menurun karena program ini.

Forum UB dan Monash diharapkan memperkuat jejaring riset, keterampilan akademik, serta kualitas publikasi terkait perawatan luka. Laporan kegiatan yang terbit pada 23 Oktober memuat agenda penguatan kapasitas, sementara efektivitas jangka panjang intervensi klinis tetap harus dievaluasi melalui penelitian yang dirancang secara khusus.

PenelitianKeperawatanKerja Sama Internasional

Kampus: Universitas Brawijaya

Ada koreksi atau informasi tambahan? Hubungi [email protected].