Wisata Halal dan Produk Bersertifikat Halal Dianggap Strategis untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Dr. Satriadi, S.AP., M.Sc., dosen Program Studi Ekonomi STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (Kepri), menekankan pentingnya pengembangan UMKM dengan produk bersertifikat halal sebagai langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kepri.

Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga mendukung keberlanjutan wisata halal di wilayah tersebut. “Kepri memiliki peluang besar untuk menjadi model wisata halal di Indonesia. Dukungan semua pihak, termasuk lembaga pendidikan seperti STAIN Kepri, sangat dibutuhkan untuk membantu UMKM mendapatkan sertifikasi halal,” ujar Dr. Satriadi dalam Dialog Tanjungpinang Pagi yang digelar oleh RRI Tanjungpinang, Jumat (24/1/2025).

Potensi Maritim dan Wisata Halal Kepri

Sebagai provinsi dengan kekayaan sumber daya alam maritim yang melimpah, Kepri memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk olahan makanan berbasis laut. Dr. Satriadi menambahkan bahwa optimalisasi sumber daya maritim dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekspor.

“Dengan pengelolaan yang tepat, Kepri bisa menjadi pusat pengembangan produk maritim yang bersertifikat halal, mendukung sektor wisata sekaligus memperkuat posisi Kepri di pasar internasional,” jelasnya.

Dalam dialog yang dipandu Aryo Wishnu tersebut, turut hadir M. Azmi, M.E., dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah STAIN Sultan Abdurrahman Kepri. Ia membahas potensi dan tantangan ekonomi Kepri pada tahun 2025.

Sinergi Akademisi, Pemerintah, dan Pelaku Usaha

M. Azmi menggarisbawahi pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah. “Kolaborasi yang kuat sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing Kepri, terutama di sektor pariwisata dan industri kreatif,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan diskusi seperti ini menjadi momentum penting bagi STAIN Kepri untuk memperkuat perannya dalam pembangunan daerah. Dengan mendukung inovasi dan pemberdayaan ekonomi syariah, akademisi dapat berkontribusi secara langsung terhadap kemajuan ekonomi lokal.

Apresiasi dan Harapan

Dialog ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena membuka ruang diskusi yang konstruktif mengenai peluang dan tantangan ekonomi Kepri. Dengan sinergi lintas sektor dan optimalisasi potensi lokal, Kepri diharapkan mampu mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi halal di Indonesia.