CHUNCHEON — Dosen Agroteknopreneur Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran, Bayu Rizky Pratama, Ph.D., memaparkan riset pertanian berkelanjutan di Kangwon National University, Korea Selatan.
Presentasi berlangsung pada 26–30 September 2026 dalam Special Lecture KOICA-KNU Scholarship Program in Agricultural Economics. Kajian yang disampaikan membahas perubahan iklim, degradasi kualitas tanah, dan pengelolaan limbah pertanian.
Jerami padi sebagai bagian dari solusi pertanian sirkular
Dalam paparan di Kangwon National University, Bayu mengaitkan tekanan perubahan iklim pada lahan pertanian dengan praktik pengelolaan sisa panen. Jerami yang lazim dianggap limbah dapat menjadi bahan baku pemanfaatan kembali untuk memperbaiki pengelolaan lahan.
Riset yang dibahas menggunakan pengalaman pertanian di Kabupaten Sumedang sebagai konteks. Pendekatan tersebut menempatkan bahan organik dan kualitas tanah sebagai aspek penting ketika lahan menghadapi penurunan produktivitas dan perubahan kondisi lingkungan.
Pertemuan merupakan bagian dari kegiatan KOICA-KNU Scholarship Program, bukan pengumuman teknologi yang telah diadopsi secara menyeluruh oleh petani. Efektivitas pengolahan jerami bagi kesuburan tanah maupun penurunan emisi memerlukan data pengujian sesuai rancangan riset.
Publikasi Sekolah Vokasi Unpad menyoroti kesempatan pertukaran pengetahuan dengan akademisi internasional. Partisipasi dosen vokasi dalam forum ini mempertemukan persoalan pertanian lokal dengan pembahasan keberlanjutan di tingkat global.
Penelitian menggunakan konteks pertanian Kabupaten Sumedang serta menyoroti potensi pemanfaatan jerami padi sebagai sumber daya alih-alih dibakar terbuka. Forum ini memperluas ruang pertukaran riset terapan internasional.