Langsung ke konten
BERITADOSEN.PORTAL AKADEMIK
Beranda / Riset & Inovasi / Artikel

Dosen dan Mahasiswa Vokasi Unpad Presentasikan Riset B50 di Filipina

Sampul netral Berita Dosen
Ilustrasi netral Berita Dosen

LOS BAÑOS, FILIPINA — Dosen dan mahasiswa Program Studi Agroteknopreneur Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran mengikuti SEARCA International Conference 2026 yang berlangsung pada 19–20 Oktober di Los Baños, Laguna, Filipina. Keduanya mempresentasikan kajian tentang kebutuhan bahan baku biodiesel serta pengembangan pupuk untuk tanaman jagung.

Dosen Bayu Rizky Pratama menyampaikan penelitian 'Mapping Pathways to Feedstock Self-Sufficiency: A Spatial Regression Approach to Meeting Indonesia's B50 Biodiesel Target While Sustaining CPO Export Capacity'. Penelitian ini meninjau kebutuhan bahan baku dalam kebijakan B50 sekaligus persoalan menjaga volume ekspor minyak sawit mentah.

Peluang penelitian dan pertukaran dengan SEARCA

Melalui pendekatan regresi spasial, kajian tersebut berusaha memetakan wilayah yang perlu diprioritaskan untuk peremajaan dan intensifikasi kebun sawit rakyat. Pertanyaan utamanya adalah bagaimana peningkatan produktivitas dapat dipertimbangkan tanpa langsung menambah luas pembukaan lahan.

Mahasiswi angkatan 2024, Syahlaa Salsabila Putri Santoso, mempresentasikan 'Banyu Subur', kajian pupuk cair anorganik untuk tanaman jagung. Penelitian yang dibimbing Stefina Liana Sari tersebut mengangkat kebutuhan efisiensi pupuk ketika biaya input meningkat dan ketersediaan unsur mikro menjadi kendala.

Kajian Banyu Subur membahas tantangan kecukupan unsur seperti kalsium, seng, dan boron, yang diperlukan dalam perkembangan tanaman. Presentasi internasional memberi kesempatan mahasiswa memperoleh masukan ilmiah dari peserta dengan beragam latar penelitian pertanian.

Di luar sesi presentasi, delegasi Unpad bertemu Maria Cristeta Cuaresma, Senior Program Head Education and Collective Learning Department SEARCA. Pertemuan digunakan untuk menjajaki peluang pertukaran mahasiswa, beasiswa, riset bersama, publikasi, serta kegiatan pengembangan kapasitas.

Rilis kampus menyebut pertemuan sebagai penjajakan, bukan penandatanganan program fellowship yang telah disetujui. Demikian pula, presentasi riset B50 dan pupuk cair merupakan kontribusi ilmiah awal yang masih memerlukan evaluasi data serta kelanjutan penelitian untuk menilai dampak ekonomi dan lingkungannya.

Energi TerbarukanPertanianKonferensi Internasional

Kampus: Universitas Padjadjaran

Ada koreksi atau informasi tambahan? Hubungi [email protected].