
Yayat Supriatna, dosen perencanaan wilayah dan kota Universitas Trisakti, menyarankan agar pemerintah segera memindahkan aparatur sipil negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, langkah ini penting untuk menghidupkan aktivitas di kota baru tersebut, sekaligus menarik minat sektor swasta untuk berinvestasi.
“Pemindahan ASN ke IKN sebaiknya segera dilakukan agar kota ini hidup, menarik minat pihak swasta, dan mendorong perkembangan lebih lanjut,” ujar Yayat dalam wawancara pada Jumat, 17 Januari 2025.
Infrastruktur IKN Siap, Pemindahan Bisa Dimulai Bertahap
Yayat menjelaskan bahwa sejumlah infrastruktur utama di IKN, seperti gedung perkantoran dan hunian untuk ASN, sudah selesai dibangun dan siap digunakan. Ia mengusulkan agar pemanfaatan fasilitas ini tidak perlu menunggu hingga seluruh pembangunan selesai.
“Fasilitas yang sudah tersedia, seperti gedung dan hunian, harus segera diisi dan dimanfaatkan. Apalagi dengan bertambahnya jumlah kementerian, banyak kantor yang masih harus berbagi tempat,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Ia memastikan bahwa infrastruktur dasar, termasuk hunian, pasokan air, dan jaringan listrik, sudah siap jika pemindahan ASN dimulai pada April 2025. Namun, keputusan akhir terkait jadwal pemindahan berada di tangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Tantangan Pemindahan: Penyesuaian Nomenklatur Kementerian
Menteri PANRB, Rini Widyantini, menyatakan bahwa pihaknya masih memfinalisasi rencana pemindahan ASN. Salah satu tantangan utama adalah penyesuaian dengan perubahan jumlah kementerian, dari 34 menjadi 48.
“Kami masih menunggu kementerian-kementerian menyelesaikan tata kelola internalnya terlebih dahulu,” kata Rini saat menghadiri acara penganugerahan Zona Integritas di Jakarta, Desember 2024.
Selain itu, Rini menegaskan bahwa pemindahan ASN ke IKN juga membutuhkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Sebagai bentuk dukungan, pemerintah tengah menggodok insentif bagi ASN yang bersedia pindah ke IKN, sesuai dengan janji yang pernah disampaikan.
“Insentif bagi ASN adalah komitmen pemerintah dan menjadi salah satu pembahasan penting dalam perencanaan,” ujar Rini usai Musrenbangnas di Bappenas, 30 Desember 2024.
Pemindahan untuk Mendorong Perkembangan IKN
Dengan infrastruktur yang hampir sepenuhnya siap dan rencana insentif yang sedang disusun, Yayat berharap pemindahan ASN dapat dilakukan segera dan bertahap. Langkah ini, menurutnya, akan menjadi pendorong awal bagi perkembangan IKN sebagai pusat pemerintahan dan kota modern di Indonesia.
Tinggalkan Balasan