Miftahul Fadli Muttaqin, M.T., seorang dosen Teknik Informatika di Universitas Pasundan (UNPAS) Bandung, telah menciptakan inovasi yang berdampak besar pada sektor pendidikan dan pertanian di Indonesia. Fadli tidak hanya mengajar, tetapi juga berkontribusi langsung melalui pengembangan teknologi yang mempermudah pengelolaan yayasan pendidikan dan meningkatkan sektor pertanian.

Sejak tahun 2016, Fadli bersama mahasiswa telah menyelidiki tantangan yang dihadapi yayasan pendidikan, seperti pengelolaan administrasi yang tidak efisien dan kurangnya evaluasi berkala. Dari penelitian tersebut, ia mengembangkan aplikasi manajemen mutu pendidikan yang dapat digunakan oleh yayasan tanpa biaya, bertujuan untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas dalam pengelolaan anggaran serta sumber daya manusia. Hingga kini, aplikasi ini telah membantu lebih dari 100 sekolah dan 8 yayasan, serta mendapat dukungan dari Yayasan Pendidikan Astra dan ISO 9001 untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar akreditasi nasional dan internasional.

Tak hanya berhenti di bidang pendidikan, Fadli juga memanfaatkan teknologi untuk sektor pertanian. Ia mengidentifikasi potensi lahan kosong di yayasan dan mengubahnya menjadi area pertanian produktif. Dengan aplikasi yang ia rancang, berbagai proses pertanian seperti penyiraman, pemupukan, dan panen dapat dipantau secara digital, mengurangi kesalahan manusia. Kini, ia mengelola lahan seluas 11 hektar, dengan 8.000 meter persegi aktif di daerah Purwakarta, Subang, dan Bandung, memberikan peluang ekonomi baru bagi yayasan.

Fadli memiliki visi besar untuk menjadikan pesantren-pesantren di Indonesia mandiri dalam hal pangan, tanpa bergantung pada bantuan donatur. Ia berharap kolaborasi antar pesantren dapat memperkuat jaringan ekonomi melalui distribusi hasil pertanian. Ke depannya, Fadli berencana mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dalam aplikasi manajemen mutu pendidikan untuk menganalisis kebutuhan yayasan, menentukan prioritas pembangunan, dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, ia juga sedang mengembangkan aplikasi untuk mengelola sumber daya air dan listrik, membantu yayasan dalam menghemat energi secara otomatis.

Dengan visi yang jelas dan implementasi teknologi yang canggih, Fadli menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif. “Saya berharap setiap yayasan yang kami bantu bisa mandiri dan menjadi inspirasi bagi yayasan lainnya. Ini bukan sekadar membantu satu yayasan, tapi membangun masa depan bersama,” ujarnya.

Kisah Fadli membuktikan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil, dengan keinginan untuk memecahkan masalah dan memberi manfaat bagi banyak orang.