
MADIUN – Dosen Program Studi (Prodi) Aktuaria Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad/UMJT) berperan sebagai narasumber dalam kegiatan Pondok Ramadan yang diselenggarakan di SMK Muhammadiyah 3 Dolopo, Kabupaten Madiun, Senin (10/03/2025).
Dalam acara tersebut, Putri Balqis Al Kubro, S.Mat., M.Mat., dan Rhavida Anniza Andyani, M.Stat., didampingi oleh dua mahasiswa, berbagi ilmu tentang perencanaan keuangan (financial planning) bagi anak muda di hadapan puluhan siswa SMK.
Simulasi Pengelolaan Keuangan untuk Pelajar
Rhavida Anniza Andyani menjelaskan kepada siswa mengenai simulasi pengelolaan keuangan sederhana, yang dapat membantu mereka merencanakan keuangan guna memenuhi kebutuhan dasar sebagai pelajar.
“Saya memberikan contoh cara membuat rencana keuangan dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sistematis,” ungkap Rhavida.
Ia memperkenalkan dashboard keuangan yang berisi informasi mengenai arus kas tabungan, yang berasal dari uang saku orang tua maupun sumber lainnya. Dengan dashboard ini, siswa dapat mengetahui jumlah tabungan, selisih dari target yang ingin dicapai, serta bagaimana uang tersebut digunakan.
Rhavida mencontohkan bahwa uang yang diterima bisa dialokasikan untuk makan, jajan, sedekah, kas kelas, hingga keperluan mendadak.
“Setiap ada pemasukan, baik dari uang saku harian, hadiah lomba, atau sumber lainnya, sebaiknya dicatat. Begitu juga dengan pengeluaran. Usahakan selalu menyisihkan sebagian untuk ditabung,” tambahnya.
Pentingnya Perencanaan Keuangan Sejak Dini
Simulasi ini bertujuan untuk membiasakan siswa merencanakan keuangan sejak dini guna mencapai target tertentu, seperti membeli sepatu, handphone, atau barang lainnya.
Menurut Rhavida, ada banyak manfaat dari financial planning bagi siswa, antara lain:
- Membiasakan hidup hemat
- Melatih kedisiplinan dalam mengatur keuangan
- Mengurangi ketergantungan finansial kepada orang tua
- Mengembangkan pola pikir bertanggung jawab
- Memahami konsep dasar keuangan sejak usia dini
Dengan memahami pengelolaan keuangan, diharapkan siswa mampu mengatur keuangan mereka secara lebih bijak, sehingga tidak hanya bergantung pada uang saku, tetapi juga dapat mulai menabung untuk kebutuhan masa depan.
Tinggalkan Balasan