BALI — Institut Teknologi Bandung (ITB) memperluas penjajakan kerja sama akademik dalam QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 yang berlangsung pada 3–5 November di Bali International Convention Centre, Nusa Dua, Kabupaten Badung. Delegasi kampus bertemu perwakilan perguruan tinggi dari berbagai negara.
Pertemuan di stan ITB membahas kemungkinan penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, program mobilitas, serta pengembangan summer course. Delegasi yang berkunjung antara lain berasal dari kawasan Asia Pasifik, Asia Tengah, Timur Tengah, Amerika Serikat, dan Inggris.
Salah satu capaian institusional yang dilaporkan ialah penandatanganan nota kesepahaman antara ITB dan Singapore Management University (SMU) pada Rabu, 4 November 2026. Dokumen ditandatangani Rektor ITB Tatacipta Dirgantara dan Presiden SMU Lily Kong.
Fokus kegiatan dan tindak lanjut
MoU tersebut menjadi dasar penguatan hubungan kelembagaan kedua kampus. Namun, penandatanganan kesepahaman tidak berarti seluruh skema pertukaran atau penelitian bersama sudah berjalan; program detail membutuhkan keputusan dan pelaksanaan masing-masing institusi.
Rektor ITB juga berpartisipasi dalam forum diskusi pimpinan perguruan tinggi serta bertemu pemimpin lembaga pemeringkatan QS. Keikutsertaan tersebut dimaksudkan memperluas visibilitas internasional dan membuka kesempatan untuk memahami tantangan pendidikan tinggi global.
Menurut rilis ITB, forum menghadirkan lebih dari 1.500 delegasi dari universitas dan sektor terkait. Angka itu menggambarkan seluruh peserta forum, bukan jumlah dosen yang telah sepakat melakukan riset bersama dengan ITB.