PANGKAJENE DAN KEPULAUAN — Tim Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan edukasi pencegahan malaria dan eksplorasi bahan alam sebagai penolak nyamuk kepada masyarakat Pulau Balang Lompo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.
Kegiatan berlangsung 19 September 2026 di Aula Puskesmas Liukang Tupabbiring, Kelurahan Mattiro Sompe, sebagai bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Skema Bottom-Up ITB. Rilis kampus tentang kegiatan tersebut diterbitkan pada 4 November.
Tim dipimpin dosen Sekolah Farmasi Annisa Rahma bersama Fitriani Jati Rahmania, Yangie D. Pinanga, dan Hubbi Nashrullah Muhammad, serta melibatkan mahasiswa. Peserta mencakup kader kesehatan, warga, petugas puskesmas, dan perwakilan dinas kesehatan setempat.
Fokus kegiatan dan tindak lanjut
Materi memperkenalkan potensi daun serai sebagai bahan lokal untuk bio-repelen melalui teknik ekstraksi sederhana. Sebanyak 40 kader dan warga ikut dalam kegiatan yang juga membahas penggunaan penolak nyamuk secara aman dan upaya mempertahankan kewaspadaan terhadap penyakit berbasis vektor.
PT Essella Chemicals Indonesia mendukung program melalui penyediaan produk repelen berbahan alam yang disebut telah melalui pengujian aktivitas antinyamuk. Penggunaan produk tersebut dibahas sebagai contoh pendekatan pencegahan dan edukasi, bukan sebagai pengganti layanan kesehatan.
Program ini tidak membuktikan bahwa semua olahan serai buatan rumah telah aman, memiliki izin, atau dapat mencegah malaria dengan efektivitas klinis yang diketahui. Kegiatan berfokus pada edukasi dan penguatan kapasitas komunitas; bukti uji produk tertentu harus dibedakan dari potensi bahan lokal.