Langsung ke konten
BERITADOSEN.PORTAL AKADEMIK
Beranda / Kabar Kampus / Artikel

79 Tahun Pendidikan Farmasi ITB, Akademisi Bahas Kemandirian Industri

Suasana peringatan 79 tahun pendidikan farmasi di Sekolah Farmasi ITB
Foto: Humas Institut Teknologi Bandung

BANDUNG — Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB) memperingati 79 tahun pendidikan farmasi dengan diskusi mengenai tantangan industri, inovasi penelitian, dan ketahanan pasokan produk kesehatan. Peringatan yang dilaksanakan pada Minggu, 11 Oktober 2026 itu mempertemukan sivitas akademika, alumni, serta mitra dunia usaha.

Dies Natalis ke-79 mengusung tema '79 Tahun Pendidikan Farmasi ITB Melangkah di Tengah Perubahan: Mengembangkan Ilmu, Menyiapkan Masa Depan'. Dekan SF ITB Diky Mudhakir menekankan pentingnya integritas, kepedulian, dan kerja sama lintas bidang agar lulusan mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Industri, bahan baku lokal, dan pendidikan profesi

Salah satu agenda utama berupa talkshow 'Farmasi dalam Dinamika Global: Geopolitik, Industri Farmasi, dan Masa Depan Kesehatan'. Forum itu membahas ketergantungan rantai pasok, persoalan bahan baku, serta kebutuhan memperkuat hubungan penelitian perguruan tinggi dengan pengembangan produk dalam negeri.

Fitri Puspadewi dari PT Bio Farma menjelaskan bahwa perubahan geopolitik memengaruhi distribusi vaksin dan ketersediaan bahan baku farmasi. Kerja sama lintas negara, alih teknologi, dan peningkatan kapasitas produksi dinilai penting untuk menghadapi ketidakpastian pasokan.

Bayu Ahmad Ramdani dari PT Paragon Technology and Innovation membahas perkembangan riset kosmetik yang semakin mempertimbangkan karakteristik biologis kulit. Ia juga menyoroti tantangan menjaga mutu dan kesinambungan pasokan ketika industri hendak memanfaatkan bahan baku lokal.

Dosen SF ITB Tjokorde Istri Armina Padmasawitri mengingatkan perlunya menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Penguatan penilaian teknologi kesehatan, pendanaan riset, serta akses terhadap obat yang terjangkau termasuk perhatian yang disampaikan dalam diskusi.

Selain membahas industri, Sekolah Farmasi ITB memberikan penghargaan Dean's List kepada 50 mahasiswa dari jenjang sarjana, magister, dan doktor, serta School of Pharmacy Innovation Award kepada tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut merupakan forum refleksi dan kolaborasi, bukan laporan bahwa produk obat baru sudah memperoleh persetujuan klinis ataupun izin edar.

FarmasiKolaborasi IndustriRiset Inovasi

Kampus: Institut Teknologi Bandung

Ada koreksi atau informasi tambahan? Hubungi [email protected].