Langsung ke konten
BERITADOSEN.PORTAL AKADEMIK
Beranda / Pengabdian Masyarakat / Artikel

Dosen UB Dampingi Pengolahan Sagu di Klamono–Segun dengan Mesin Parut dan Pengering Surya

Sampul netral Berita Dosen
Ilustrasi netral Berita Dosen

SORONG — Tim dosen Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) mendampingi pemanfaatan teknologi pengolahan sagu di Distrik Klamono, Kawasan Transmigrasi Klamono–Segun, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan Program Transmigrasi Patriot Kementerian Transmigrasi.

Tim yang dipimpin Yusron Sugiarto memperkenalkan peralatan untuk membantu masyarakat mempercepat tahapan pengolahan sagu yang sebelumnya sangat bergantung pada pekerjaan manual. Komoditas sagu merupakan salah satu sumber pangan penting di kawasan tersebut.

Pemarutan lebih cepat, proses lain tetap diperlukan

Menurut laporan mengenai kegiatan UB pada 20 Oktober 2026, penghancuran empulur satu batang sagu yang sebelumnya membutuhkan sekitar tujuh hari kerja manual dapat dilakukan dalam kira-kira tiga jam menggunakan mesin parut. Perbandingan itu hanya berlaku pada tahap penghancuran empulur, bukan seluruh proses menghasilkan tepung sagu siap jual.

Rangkaian peralatan yang diperkenalkan mencakup mesin pemarut, mesin peras ulir atau screw press, bak pengendapan pati, serta fasilitas pengeringan yang memanfaatkan tenaga surya dan kipas. Pengolahan setelah pemarutan tetap memerlukan pemisahan pati, pengendapan, dan pengeringan.

Pendampingan diarahkan untuk mengurangi beban kerja fisik dan membuka peluang peningkatan kapasitas produksi. Meski proses pemarutan menjadi lebih cepat, besaran kenaikan pendapatan warga, biaya operasional jangka panjang, dan mutu tepung yang dihasilkan masih memerlukan pengukuran tersendiri.

PengabdianInovasiPangan

Kampus: Universitas Brawijaya

Ada koreksi atau informasi tambahan? Hubungi [email protected].