MALANG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) melatih guru PAUD Terpadu Zamzam di Malang menggunakan aplikasi ponsel berbasis pengenalan objek pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Pelatihan dirancang sebagai pendampingan pengembangan media edukasi interaktif bagi anak usia dini.
Kegiatan didanai melalui DIPA FILKOM UB tahun anggaran 2026 dan diketuai dosen Fais Al Huda dengan keterlibatan mahasiswa. Laporan Malang Post yang terbit 25 Oktober mengidentifikasi aplikasi sebagai 'Tebak Benda Bersama Farel dan Rara', media belajar yang memanfaatkan kamera ponsel.
Aplikasi luring dengan dua mode pembelajaran
Menurut penjelasan tim pengembang, aplikasi Android dirancang dapat digunakan tanpa koneksi internet, tidak menampilkan iklan, dan tidak mewajibkan pengguna membuat akun. Pengembang juga menyatakan sistem tidak merekam atau menyimpan foto anak, meskipun rincian pengujian keamanan perangkat lunak tidak disertakan dalam laporan.
Aplikasi dikembangkan untuk mengenalkan sekitar 85 jenis benda dalam sejumlah kelompok, seperti buah, hewan, kendaraan, dan perlengkapan sekolah. Dua tokoh bernama Farel dan Rara membantu anak memahami nama benda dalam bahasa Indonesia dan Inggris melalui informasi sederhana.
Terdapat mode jelajah untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar dan mode misi yang memberi tantangan pengenalan objek. Guru dapat memanfaatkan arahan aktivitas agar teknologi digunakan sebagai pendukung pembelajaran, bukan menggantikan interaksi langsung antara pendidik dan anak.
Sesi pelatihan mencakup pengoperasian aplikasi, pengaturan durasi penggunaan, pilihan bahasa, serta simulasi pembelajaran. Peserta juga mempraktikkan penggunaan smartboard untuk menampilkan materi dan memperkuat interaksi di ruang kelas bersama guru lainnya.
Kepala PAUD Terpadu Zamzam, Siti Mahmudah, menyambut kegiatan tersebut dan berharap kerja sama dapat dilanjutkan. FILKOM UB menyatakan pendampingan guru serta evaluasi pengguna akan dilakukan berkala. Laporan sumber belum memuat pengukuran peningkatan kemampuan belajar anak, sehingga manfaat pembelajaran jangka panjang masih perlu dievaluasi.