PEKANBARU — Dosen Program Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (UIR), Dike Fitriansyah Putra, meraih tiga penghargaan presentasi terbaik dalam rangkaian konferensi internasional sepanjang 2026. Capaian tersebut berkaitan dengan penelitian lintas bidang mengenai pengembangan minyak dan gas, rekayasa polimer, serta penerapan kecerdasan buatan.
Ketiga penghargaan diperoleh dari forum berbeda yang melibatkan Universitas Trisakti Jakarta, Universiti Teknologi MARA Perlis Branch Malaysia, dan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Menurut rilis resmi UIR, prestasi itu memperlihatkan keterlibatan dosen dalam diskusi penelitian perminyakan yang mempertimbangkan persoalan teknis sekaligus aspek keberlanjutan.
Tiga forum dan tiga fokus penelitian
Penghargaan pertama datang dari The 2nd International Conference of Petroleum, Mining, Geology, Geoscience, Energy & Environmental Technology (ICPMGET 2026). Melalui presentasi mengenai penyediaan sumber air yang berkelanjutan bagi hydraulic fracturing di Cekungan Sumatra Tengah, Dike memperoleh predikat Best Presenter in the Plenary Sessions.
Pada International Science and Technology Conference (i-COSTECH 2026), Dike mempresentasikan penelitian tentang pemantauan elektrokinetik berbantuan kecerdasan buatan untuk metode polymer flooding pada chemical enhanced oil recovery. Pendekatan tersebut mengkaji bagaimana pemantauan proses dapat mendukung pengembangan metode peningkatan perolehan minyak.
Penghargaan ketiga diperoleh dalam The 9th International Conference on Industrial, Mechanical, Electrical, and Chemical Engineering (ICIMECE 2026) melalui kajian kesiapan infrastruktur dan operasional penerapan chemical enhanced oil recovery pada skala lapangan. Dalam forum itu, Dike menerima Best Presentation Award.
Ketiga tema penelitian memiliki titik temu pada tantangan penerapan teknologi migas: ketersediaan sumber daya, pengawasan proses, serta kesiapan infrastruktur ketika rancangan penelitian hendak dikembangkan lebih lanjut. Setiap presentasi membutuhkan penjelasan metode dan konteks penerapannya agar dapat ditelaah oleh komunitas akademik.
UIR menempatkan prestasi tersebut sebagai dorongan untuk memperluas penelitian dan publikasi dosen. Namun, penghargaan presenter berbeda dari bukti bahwa seluruh teknologi telah diterapkan secara komersial; manfaat teknisnya perlu dinilai dari hasil penelitian dan uji lapangan masing-masing.