SURABAYA — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima penghargaan WATIKA dari Pemerintah Malaysia atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan khusus dan inklusif. Penghargaan diserahkan oleh Datuk Seri Dr. Wan Azizah binti Dr. Wan Ismail, istri Perdana Menteri Malaysia, di Kuala Lumpur pada 29 Oktober 2026.
Rilis resmi Unesa pada 1 November menyebut penghargaan tersebut berkaitan dengan kiprah kampus dalam pendidikan bagi anak penyandang disabilitas dan layanan inklusif. Pengakuan ini diberikan kepada institusi, bukan semata-mata penghargaan pribadi kepada salah seorang dosen yang hadir dalam acara.
Dosen Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa, Wulan Patria Saroinsong, menjelaskan bahwa pengakuan tersebut berhubungan dengan keunggulan Unesa di bidang disabilitas serta kolaborasi pendidikan khusus dengan Ashikin Holdings di Malaysia.
Kolaborasi pelatihan pendidikan khusus
Kerja sama tersebut mencakup kesempatan pelatihan bersertifikat pendidikan khusus untuk mahasiswa dan guru. Bentuk kolaborasi seperti ini dimaksudkan memperkuat kompetensi pendidik dalam menghadapi keragaman kebutuhan belajar, termasuk kebutuhan anak dengan disabilitas.
Menurut Wulan, penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap perjalanan panjang Unesa mengembangkan layanan pendidikan inklusif. Kampus berharap kerja sama lintas negara dapat memperluas pertukaran keahlian dan membantu meningkatkan kualitas dukungan bagi pendidik.
Delegasi Unesa yang menghadiri acara turut meliputi Guru Besar Pendidikan Inklusi Budiyanto serta Staf Ahli Rektor Madlazim. Kehadiran perwakilan dari bidang akademik dan kerja sama internasional menunjukkan bahwa penghargaan berkaitan dengan agenda institusional dan jejaring pendidikan.
Unesa belum mengumumkan angka baru mengenai perubahan hasil belajar peserta pelatihan atau perluasan layanan setelah penganugerahan. Karena itu, capaian yang dapat dilaporkan saat ini adalah penerimaan penghargaan dan program kemitraan yang disebut dalam rilis, bukan dampak pendidikan yang telah terukur.