SEMARANG — Tujuh dosen Universitas Diponegoro (Undip) tercantum dalam basis data Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators yang dipublikasikan melalui Elsevier Data Repository pada Oktober 2026. Basis data ini menggunakan indikator bibliometrik untuk memetakan dampak sitasi karya ilmiah para peneliti dari beragam bidang.
Daftar tersebut memuat dua kategori pengukuran, yaitu Career-Long Impact yang mencerminkan dampak sitasi sepanjang karier hingga akhir 2025 dan Single-Year Impact yang merujuk pada dampak sitasi selama 2025.
Tujuh akademisi dari berbagai disiplin
Para akademisi Undip yang tercantum meliputi Hadiyanto, peneliti bidang bioproses dan energi; Sugiharto, bidang nutrisi hewan dan bioteknologi pertanian; serta Tutuk Djoko Kusworo, yang menekuni teknologi membran dan pemisahan gas.
Empat nama lainnya adalah Andri Cahyo Kumoro yang meneliti pemrosesan hasil pertanian dan limbah; Jamari dalam bidang tribologi dan desain teknik; Athanasius Priharyoto Bayuseno di bidang rekayasa material; serta Achmad Widodo yang meneliti kecerdasan buatan untuk diagnosis dan prediksi kerusakan mesin.
Keberagaman keahlian tersebut memperlihatkan luasnya bidang penelitian yang tercermin dalam daftar, mulai dari teknologi lingkungan dan pangan sampai rekayasa mesin. Sebagian besar akademisi berasal dari Fakultas Teknik, sedangkan Sugiharto berasal dari Fakultas Peternakan dan Pertanian.
Indikator sitasi dan manfaat penelitian
Rektor Undip, Suharnomo, menyampaikan bahwa pengakuan ini perlu menjadi dorongan untuk menjaga kualitas dan konsistensi kegiatan penelitian. Menurutnya, reputasi internasional perlu berjalan seiring dengan manfaat hasil riset bagi masyarakat.
Undip mengaitkan capaian tersebut dengan semangat 'Bermartabat dan Bermanfaat', yakni membangun keunggulan akademik sekaligus menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan publik.
Sebagai indikator berbasis sitasi, daftar ilmuwan tersebut menggambarkan keterlihatan hasil penelitian dalam publikasi akademik. Pencantuman nama dalam basis data tidak dengan sendirinya menunjukkan pemeringkatan menyeluruh atas semua aspek kinerja seorang dosen.