YOGYAKARTA — Dua akademisi Departemen Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), tercantum dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 yang dikenal melalui basis data indikator sitasi Stanford–Elsevier. Mereka adalah Abdul Rohman dan Eka Noviana.
Pencantuman tersebut menunjukkan keterlihatan karya ilmiah kedua akademisi dalam indikator bibliometrik yang digunakan oleh basis data itu. Penilaian mencakup dampak sitasi sepanjang karier dan dampak pada satu tahun tertentu, sehingga setiap angka peringkat perlu dibaca sesuai kategori serta bidang keilmuannya.
Capaian Abdul Rohman dan Eka Noviana
Dalam dokumen Fakultas Farmasi UGM, Abdul Rohman disebut menempati peringkat ke-345 dunia dalam bidang Food Science untuk kategori dampak sepanjang karier hingga 2025. Pada kategori dampak satu tahun, yakni 2025, ia tercatat pada posisi ke-216 di bidang yang sama.
Dokumen tersebut juga mencatat Abdul Rohman berada pada kelompok 0,32 persen global untuk kategori sepanjang karier dan 0,20 persen untuk dampak satu tahun. Sementara itu, Eka Noviana tercantum pada posisi ke-1.810 atau kelompok 1,32 persen global dalam bidang Analytical Chemistry.
Angka peringkat itu merujuk pada pengelompokan indikator sitasi di dalam basis data, bukan penilaian menyeluruh atas seluruh aspek kualitas dosen atau penelitian. Kedua peneliti disebut dalam rilis Fakultas Farmasi UGM pada Oktober 2026.
Menguatkan keterlihatan riset akademik
Pengakuan berbasis sitasi memberikan gambaran tentang bagaimana publikasi ilmiah memperoleh perhatian dan rujukan dalam komunitas keilmuan. Capaian dosen Fakultas Farmasi UGM ini juga berkaitan dengan upaya kampus mengembangkan pendidikan dan penelitian yang berdampak.
Dalam informasi yang disampaikan fakultas, pencapaian tersebut dikaitkan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas serta industri, inovasi, dan infrastruktur.