KUPANG — Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. Sealtial Mau, S.T., M.T., mengusulkan Kota Kupang sebagai lokasi proyek percontohan pembangkit listrik tenaga sampah atau PLTSa. Usulan itu diarahkan untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah perkotaan sekaligus membuka alternatif pasokan energi.
Sealtial merupakan Koordinator Program Studi Pendidikan Teknik Mesin di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Undana. ANTARA melaporkan gagasannya pada Minggu, 1 November 2026, setelah ia mengikuti Seminar on Green Energy for Indonesia di Chengdu dan Kunming, Tiongkok.
Seminar yang berlangsung 10–23 Oktober itu merupakan kerja sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia dengan Pemerintah Tiongkok. Sebanyak 32 peserta hadir dari lingkungan pemerintah dan akademisi; Undana menjadi salah satu dari sepuluh perguruan tinggi yang diikutsertakan.
Pengalaman belajar teknologi energi di Tiongkok
Selama kunjungan, peserta mempelajari kebijakan energi hijau dan melihat fasilitas konversi limbah menjadi energi, biomassa, biogas, serta pembangkit tenaga surya dan angin. Pengalaman tersebut memberi gambaran mengenai pilihan teknologi yang mungkin dikaji untuk kondisi Nusa Tenggara Timur.
Sealtial menilai Kupang memiliki kebutuhan pengelolaan limbah dan pasokan energi yang dapat menjadi alasan untuk menguji kelayakan PLTSa. Namun, proyek yang ia sampaikan masih berupa usulan akademisi; belum ada keputusan resmi menetapkan lokasi, anggaran, maupun kontrak pembangunan.
Pengembangan teknologi semacam ini memerlukan pengkajian komposisi sampah, kapasitas pengumpulan, dampak lingkungan, kelayakan ekonomi, dan kesiapan jaringan listrik. Sealtial juga menggarisbawahi pentingnya kebijakan daerah, pembiayaan, penelitian kampus, serta keterlibatan masyarakat.
Selain PLTSa, NTT memiliki potensi tenaga surya, angin, panas bumi, dan arus laut yang dapat diteliti sesuai karakter wilayah. Undana menyebut riset terapan bersama dosen dan mahasiswa sebagai salah satu cara membantu pemerintah memilih solusi yang cocok, bukan menyatakan satu teknologi sudah terbukti paling unggul.