YOGYAKARTA — Universitas Islam Indonesia (UII) menjadwalkan Konferensi Nasional Inovasi Lingkungan Terbangun (KN-ILT) 2026 pada 31 Oktober 2026. Forum ini disiapkan untuk mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan praktisi guna membahas lingkungan hijau, infrastruktur tangguh, serta pendekatan pembangunan yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.
Konferensi mengangkat tema 'Melestarikan Peradaban Berkelanjutan' melalui inovasi, lingkungan hijau, dan infrastruktur tangguh. Penyelenggaraan berada di lingkungan Fakultas Teknik Desain Inovasi UII dengan perhatian terhadap pertemuan kajian teknis, sosial, dan kebijakan.
Membuka dialog tentang keberlanjutan dan ketangguhan
Subtema yang diumumkan mencakup perencanaan infrastruktur kota dan permukiman berkelanjutan, inovasi teknologi hijau, lingkungan adaptif, serta ketangguhan kebencanaan dan mitigasi risiko. Forum juga membuka ruang untuk pembahasan etika serta kebijakan publik yang memengaruhi pengembangan lingkungan terbangun.
Pada sisi pelaksanaan, panitia menetapkan tenggat pengumpulan abstrak yang telah diperpanjang menjadi 7 September 2026 dan tenggat naskah final pada 26 Oktober. Pengumuman tersebut menjadi acuan pemakalah dalam menyiapkan materi sebelum konferensi berlangsung.
Narasumber yang dicantumkan antara lain Dicky Senda Sastrawan, Bahrul Fuad, dan Elmo Juanara, peneliti dari Disaster Prevention Research Institute Kyoto University. Latar belakang para pembicara mencerminkan perhatian konferensi pada hubungan persoalan infrastruktur dengan aspek sosial dan risiko bencana.
Panitia menginformasikan fasilitas bagi peserta, termasuk seminar kit, sertifikat, dan rencana publikasi prosiding ber-ISSN. Peserta maupun pemakalah dapat memeriksa rincian pendaftaran dan ketentuan melalui portal resmi konferensi sebelum mengikuti kegiatan.
Per 27 Oktober 2026, KN-ILT masih merupakan agenda yang akan dilaksanakan. Karena itu, jumlah presentasi akhir, terbitnya seluruh naskah dalam prosiding, serta keputusan hasil konferensi belum dapat dinyatakan telah tercapai; informasi tersebut menunggu kegiatan dan pengumuman berikutnya.