JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bertemu Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste dan Presiden German Academic Exchange Service (DAAD) Joybrato Mukherjee di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Pertemuan membahas peluang studi serta kerja sama penelitian Indonesia–Jerman.
Pertemuan ini membuka ruang diskusi tentang penguatan hubungan akademik internasional, termasuk mobilitas pendidikan tinggi dan kemungkinan kerja sama penelitian. Pembahasan tersebut masih berupa penjajakan peluang, bukan pengumuman pencairan hibah atau program baru yang telah disetujui.
Mobilitas akademik dan kerja sama penelitian dibicarakan
DAAD dikenal sebagai organisasi pertukaran akademik Jerman yang mendukung mobilitas mahasiswa, peneliti, dan institusi pendidikan tinggi. Dalam pertemuan dengan Kemdiktisaintek, pembahasan peluang pendidikan dan penelitian diposisikan sebagai bagian dari penguatan hubungan akademik Indonesia–Jerman.
Bagi dosen, tindak lanjut kerja sama semacam ini dapat berkaitan dengan kolaborasi laboratorium, kunjungan peneliti, atau pengembangan proposal bersama. Namun, kesempatan yang benar-benar dapat diikuti tetap harus mengacu pada pengumuman resmi penyelenggara beserta ketentuan dan jadwalnya.
Dokumentasi pertemuan yang dirujuk berasal dari pemberitaan Kemdiktisaintek pada Oktober 2026. Belum ada dasar untuk menuliskan besaran pendanaan baru, kuota penerima beasiswa, atau tanggal pembukaan pendaftaran sebagai keputusan yang sudah final.
Kolaborasi lintas negara menjadi salah satu jalur untuk memperluas jejaring keilmuan perguruan tinggi. Informasi mengenai pertemuan Kemdiktisaintek dan DAAD dipublikasikan melalui situs resmi kementerian.