Langsung ke konten
BERITADOSEN.PORTAL AKADEMIK
Beranda / Prestasi Akademik / Artikel

Dosen UNG Jafar Lantowa Raih Penghargaan Presenter Terbaik di Konferensi Kesusastraan

Jafar Lantowa dosen UNG menerima penghargaan pada konferensi kesusastraan di UNY
Foto: Dokumentasi UNG / ANTARA

GORONTALO — Dosen Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Jafar Lantowa, mendapat penghargaan pembawa makalah terfavorit dan presenter terbaik pada Konferensi Internasional Kesusastraan ke-35 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Yogyakarta. Capaian tersebut dilaporkan ANTARA Gorontalo pada 29 Oktober 2026.

Karya yang dipresentasikannya berjudul “Constructing Images of Indonesia and France in Leila S Chudori’s Home”. Penelitian itu membahas penggambaran Indonesia dan Prancis melalui pengalaman para tokoh novel Home, terjemahan bahasa Inggris dari novel Pulang karya Leila S. Chudori.

Mengulas identitas, pengasingan, dan ingatan budaya

Jafar menggunakan pendekatan imagologi untuk menelaah pembentukan citra suatu bangsa dalam karya sastra. Kajian tersebut memberi perhatian pada bagaimana sejarah pengasingan politik, ingatan tentang tanah air, dan pengalaman hidup di negara lain membentuk sudut pandang tokoh-tokoh cerita.

Menurut uraian penelitian yang disampaikan dalam laporan ANTARA, Indonesia ditampilkan sebagai tanah air yang bertahan dalam ingatan tokoh pengasingan meskipun mereka menghadapi keterbatasan untuk kembali. Prancis pada saat bersamaan menjadi ruang perlindungan dan kebebasan, tetapi tidak serta-merta menggantikan ikatan emosional dengan Indonesia.

Perbedaan pengalaman antargenerasi juga menjadi pokok kajian. Tokoh Dimas memiliki kedekatan terhadap Indonesia sebagai tanah kelahiran, sementara Lintang membangun pemahaman atas Indonesia melalui cerita keluarga, warisan ingatan, serta perjumpaan langsung dengan tempat asal orang tuanya.

Jafar saat ini juga menempuh pendidikan doktor pada bidang ilmu-ilmu humaniora di Universitas Gadjah Mada. Partisipasinya dalam forum ilmiah menunjukkan keterlibatan akademisi UNG dalam diskusi sastra yang tidak berhenti pada aspek estetik, tetapi juga menyentuh persoalan sejarah dan identitas.

Berita sumber tidak menyatakan Jafar memperoleh penghargaan artikel ilmiah terbaik mengenai ekologi Teluk Tomini sebagaimana termuat dalam naskah awal. Oleh sebab itu, informasi tersebut tidak digunakan. Penghargaan yang diberitakan adalah kategori pembawa makalah terfavorit dan presenter terbaik untuk kajian sastra novel tersebut.

Kajian SastraKonferensi InternasionalPrestasi Dosen

Kampus: Universitas Negeri Gorontalo

Ada koreksi atau informasi tambahan? Hubungi [email protected].