GORONTALO — Penelitian dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo (FKTP UNG) mengkaji penggunaan probiotik buatan untuk pertumbuhan benih ikan nila merah. Kajian yang melibatkan Juliana, Indra G. Ahmad, dan Icha Nurmayanti Mohamad dipaparkan dalam laporan fakultas tanggal 28 Oktober 2026.
Penelitian tersebut telah terbit dalam Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan Volume 7 Nomor 2 pada Mei 2026, halaman 198–209, dengan DOI 10.21107/juvenil.v7i2.34345. Informasi tanggal ini penting agar publikasi ilmiah yang lebih awal tidak dianggap sebagai eksperimen yang baru dilakukan pada akhir Oktober.
Uji empat perlakuan dan hasil pertumbuhan
Formulasi probiotik menggunakan bahan Yoyic, ragi, dan gula merah. Peneliti ingin mengetahui bagaimana perbedaan dosis berhubungan dengan pertumbuhan berat, pertambahan panjang, dan kelangsungan hidup benih ikan nila merah atau Oreochromis niloticus pada kondisi pemeliharaan yang diuji.
Rancangan penelitian menggunakan percobaan acak lengkap dengan empat perlakuan, masing-masing tiga ulangan. Kelompok yang dibandingkan mencakup tanpa probiotik serta penambahan probiotik 50 mL, 100 mL, dan 150 mL; parameter pengamatan diukur sepanjang periode penelitian.
Hasil yang dilaporkan menunjukkan dosis 100 mL memberikan pertumbuhan berat mutlak tertinggi 1,65 gram dan pertambahan panjang 2,10 sentimeter. Kelompok tanpa penambahan probiotik menghasilkan pertumbuhan berat 1,27 gram dan pertambahan panjang 1,36 sentimeter.
Pada seluruh perlakuan, termasuk kelompok kontrol, tingkat kelangsungan hidup benih tercatat 100 persen selama pengamatan. Dengan demikian, penelitian tidak membuktikan peningkatan kelangsungan hidup khusus akibat probiotik dibandingkan kontrol, walaupun terdapat perbedaan pertumbuhan berdasarkan dosis.
Temuan tersebut membuka peluang kajian lanjutan mengenai efisiensi budidaya, tetapi belum dapat langsung dijadikan dosis universal bagi semua kolam. Konsentrasi probiotik, volume air, kepadatan ikan, pakan, dan kondisi lingkungan perlu diperhitungkan sebelum hasil laboratorium diterapkan pada skala produksi.