SURABAYA — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya menggelar The 6th International Conference on Business and Social Sciences atau ICOBUSS ke-6 secara daring pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Konferensi mengangkat penggunaan kecerdasan buatan dalam ekonomi digital dan kebutuhan riset yang dapat diterapkan.
Tema yang dilaporkan Jawa Pos adalah Shaping the Future of Digital and Intelligent Economies: Innovation, Trust, and Business Competitiveness. Tema ini berbeda dari beberapa rumusan yang beredar dalam draf ringkasan kegiatan, sehingga redaksi mengacu pada laporan penyelenggaraan aktual.
Pembahasan konferensi mencakup pemanfaatan AI untuk pemasaran digital, pengolahan basis data besar, serta pekerjaan penyusunan dan pemeriksaan laporan keuangan. Perubahan teknologi tersebut menjadi tantangan bagi dosen dan praktisi untuk memperbarui pendekatan riset maupun kegiatan usaha.
Riset bisnis yang tidak berhenti pada laporan
Ketua STIESIA, Nur Fadjrih Asyik, menjelaskan bahwa ICOBUSS merupakan bagian dari arah pengembangan institusi yang menargetkan daya saing nasional dan internasional. Forum tahun ini menghadirkan pembicara dari Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi luar negeri.
Jawa Pos menyebut pembicara dan perwakilan akademik dari Phuket Rajabhat University, Universidad Politécnica de Madrid, UNIMAS Malaysia, serta Dong Eui University di Korea Selatan. Rangkaian acara meliputi diskusi panel dan pemaparan makalah di beberapa bidang manajemen.
STIESIA mendorong dosen, mahasiswa, dan praktisi mengembangkan penelitian yang tidak hanya berakhir sebagai dokumen, tetapi juga memiliki manfaat berkelanjutan. Kampus menyebut adanya dukungan insentif dari tahap penyusunan proposal hingga publikasi ilmiah.
Aspirasi mengenai riset yang berdampak tetap perlu dibedakan dari dampak yang sudah terukur. Sumber melaporkan kebijakan dan arah pengembangan STIESIA serta berlangsungnya forum, tetapi tidak menyediakan evaluasi keseluruhan hasil riset konferensi yang telah dimanfaatkan masyarakat.