MANADO — Tim dosen Politeknik Negeri Manado (Polimdo) berhasil melaju ke babak final kompetisi inovasi dan kewirausahaan internasional di Tiongkok melalui pengembangan TerraSight AI. Inovasi tersebut berkaitan dengan pemantauan progres pekerjaan tanah dalam proyek konstruksi.
TerraSight AI dikembangkan sebagai pendekatan berbasis kecerdasan buatan untuk membantu memperkirakan volume pekerjaan galian dan timbunan. Teknologi semacam ini berpotensi mendukung proses pemantauan pekerjaan konstruksi agar lebih terukur.
Perhitungan volume pekerjaan tanah dengan pendekatan AI
Tim yang dilaporkan mengikuti kompetisi tersebut beranggotakan dosen Jurusan Teknik Sipil Polimdo, termasuk Rudolf E. G. Mait, Farly Kalumata, dan Steven Richard Kumarahan. Mereka mengembangkan TerraSight AI untuk persoalan pengukuran progres pada pekerjaan konstruksi.
Dalam pekerjaan galian dan timbunan, perkiraan volume merupakan salah satu masukan untuk mengawasi pelaksanaan proyek. TerraSight AI menawarkan pendekatan analisis berbantuan kecerdasan buatan untuk membantu pemantauan, meski ketelitian hasilnya tetap perlu dibandingkan dengan pengukuran yang menjadi rujukan di lapangan.
Capaian Polimdo yang dilaporkan adalah lolos ke final pada kategori internasional AI dan mesin konstruksi dalam kompetisi di Tiongkok. Status finalis berbeda dari kemenangan akhir, sehingga penilaian prestasi dalam berita ini dibatasi pada tahap yang telah dikonfirmasi.
Capaian tim Polimdo memperlihatkan kontribusi penelitian terapan dari pendidikan vokasi Indonesia dalam forum inovasi internasional. Keberhasilan mencapai babak final dilaporkan oleh Barta1 pada 21 Oktober 2026.