YOGYAKARTA — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pacitan untuk penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kompetensi keteknikan. Penandatanganan berlangsung di Ruang Sidang Merah Gedung A Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) FT UGM, Jumat, 23 Oktober 2026.
Dokumen ditandatangani Dekan FT UGM Sarjiya bersama Kepala Dinas PUPR Pacitan Suparlan, disaksikan Sekretaris Daerah Pacitan Heru Wihoho Supadi Putra serta perwakilan pemerintah daerah dan dosen. Kesepakatan berlaku untuk jangka waktu lima tahun dan terbuka untuk diperpanjang berdasarkan ketentuan kedua pihak.
Lima bidang kolaborasi untuk infrastruktur daerah
Kerja sama mencakup teknik sipil untuk perencanaan jalan, jembatan, dan gedung; infrastruktur lingkungan meliputi air minum, sanitasi, persampahan, dan drainase; serta pengelolaan sumber daya air, termasuk bangunan air dan irigasi.
Dua bidang lainnya ialah penataan ruang dan kawasan serta pengendalian mutu bahan maupun komponen infrastruktur. Bidang yang disepakati memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk memperoleh masukan akademik sesuai kebutuhan teknis proyek yang akan direncanakan dan dievaluasi.
Pelaksanaan yang dibicarakan meliputi kesempatan magang dan praktik kerja lapangan mahasiswa, penelitian skripsi maupun tesis berbasis kasus di Pacitan, serta penyusunan dokumen teknis dan pendampingan pengawasan. Kegiatan dapat dikembangkan dalam bentuk kuliah tamu praktisi, seminar, dan kuliah lapangan.
Bagi dosen, kemitraan membuka peluang menguji relevansi penelitian dan pembelajaran terhadap persoalan nyata pembangunan daerah. Di sisi lain, aparatur teknis Pacitan dapat mengakses kegiatan pengembangan kompetensi dan bertukar pengalaman dengan akademisi pada bidang keahlian terkait.
Penandatanganan PKS merupakan dasar kerja sama kelembagaan. Rincian lokasi proyek, jadwal magang, pembiayaan, dan keluaran teknis memerlukan perencanaan lanjutan; belum ada dasar untuk menganggap semua infrastruktur yang disebut sudah dibangun atau diawasi langsung oleh tim UGM.