SEMARANG — Dosen Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (USM) mengadakan pelatihan dasar Internet of Things bagi siswa SMKN 1 Semarang pada Jumat, 6 November 2026. Pelatihan menggabungkan pemaparan teori dengan praktik elektronika dan pemrograman sensor lingkungan.
Tim pengabdian dipimpin Alauddin Maulana Hirzan dan beranggotakan April Firman Daru, Whisnumurti Adhiwibowo, Agus Hartanto, serta Yulinda Kusumaningrum. Kegiatan ditujukan memperkuat pemahaman siswa mengenai penggabungan perangkat sensor, mikrokontroler, jaringan, dan sistem komputasi.
Pada sesi teori, peserta mempelajari konsep dasar Internet of Things, fungsi mikrokontroler ESP8266, serta cara kerja sensor DHT11 yang dapat mengukur suhu dan kelembapan. Materi menjelaskan bagaimana data sensor dibaca dan disalurkan untuk keperluan pemantauan.
Konteks dan tindak lanjut
Sesi praktik mengajak siswa merangkai sensor DHT11 dengan modul ESP8266 serta mencoba pemrograman pembacaan data. Melalui latihan itu, peserta dapat melihat secara langsung hubungan antara rangkaian elektronik, program komputer, dan informasi dari kondisi lingkungan.
Rilis SuaraBaru menyebut ESP8266, bukan ESP32 sebagaimana tertulis pada draf Google Docs. Kegiatan juga tidak diumumkan sebagai peluncuran platform pemantauan cloud yang telah diterapkan di industri; tujuannya ialah pengenalan dan latihan prototipe sederhana.
Tim USM berharap pengalaman ini membantu siswa memahami aplikasi IoT pada berbagai bidang seperti otomasi, pertanian, dan lingkungan. Meski demikian, kemampuan peserta setelah pelatihan atau keberhasilan penggunaan prototipe di tempat kerja masih memerlukan penilaian terpisah.