SEMARANG — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Semarang menerima penghargaan kategori Best Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi pada Indonesia Patent Awards 2026. Ajang tersebut diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum.
Laporan SuaraBaru tertanggal 31 Oktober menyebut penghargaan diberikan untuk mengapresiasi peran lembaga dalam pengembangan dan pengelolaan kekayaan intelektual. Kategori tersebut berbeda dari penghargaan kepada penemu perorangan maupun inovasi yang telah dikomersialisasikan.
Pengakuan pada ekosistem inovasi kampus
Indonesia Patent Awards mempertemukan para pemegang paten dari berbagai latar belakang. Dalam laporan yang sama, terdapat 40 finalis yang dipilih dari sekitar 3.000 penerima paten, mencakup jalur submisi tertutup dan terbuka dengan kategori penilaian berbeda.
Sebanyak 15 finalis dilaporkan mengikuti jalur tertutup pada kategori perseorangan serta lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Sementara 25 finalis lainnya berada dalam jalur terbuka pada kategori model komersialisasi dan inovasi paten hijau serta biru.
Penghargaan kepada LPPM USM memperlihatkan pentingnya dukungan kelembagaan untuk membantu dosen dan peneliti mengelola hasil riset yang berpotensi memperoleh perlindungan hukum. Pengelolaan paten merupakan salah satu bagian dari proses hilirisasi, selain pengujian dan penerapan teknologi.
Rilis penghargaan belum menyediakan indikator independen mengenai besarnya pendapatan komersialisasi atau jumlah paten yang sudah dipakai industri. Karena itu, redaksi membatasi pemberitaan pada kategori penghargaan yang dikonfirmasi penyelenggara.