DEPOK — Tim pengabdian Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI) bersama Departemen Pengabdian Ikatan Keluarga Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, mengadakan edukasi gizi dan praktik budidaya kangkung akuaponik untuk siswa kelas V Sekolah Master Indonesia, Depok, pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut diperkenalkan dalam laporan ANTARA pada 20 Oktober. Ketua tim dosen, apt. Tri Wahyuni, memandu pengenalan bagian tanaman kangkung, manfaat nutrisinya, dan cara memelihara tanaman. Kegiatan turut melibatkan dosen serta mahasiswa lintas disiplin.
Belajar akuaponik dari wadah sederhana
Setelah sesi materi gizi, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyusun sistem akuaponik skala kecil dengan wadah bekas, saringan, benih kangkung, ikan cupang, dan pakan ikan. Mereka mempelajari bagaimana air serta nutrisi dari lingkungan pemeliharaan ikan dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman.
Panitia juga memperlihatkan contoh akuaponik skala lebih besar yang menggunakan drum dan ikan lele. Demonstrasi tersebut berbeda dari praktik mini yang dikerjakan siswa. Peragaan membantu peserta membayangkan penerapan konsep yang sama dengan sarana dan kapasitas berbeda.
Materi penutup mengenai pemeliharaan tanaman disampaikan oleh Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo. Tim berharap kegiatan dapat menumbuhkan ketertarikan anak terhadap pangan bergizi dan pemanfaatan ruang terbatas, tetapi laporan belum menyajikan hasil evaluasi jangka panjang mengenai perubahan pola makan atau keberhasilan panen peserta.