BOGOR — Dosen Universitas Nusa Mandiri (UNM) mendampingi pengurus Posyandu di Desa Cibentang, Ciseeng, Kabupaten Bogor, melalui kegiatan analisis proses bisnis dan persiapan digitalisasi administrasi pada 5 November 2026. Kegiatan menjadi bagian dari program Living Lab Hilirisasi Berkelanjutan.
Tim pengabdian terdiri atas Siti Fauziah, Rani Irma Handayani, Titin Kristiana, serta Risca Lusiana Pratiwi. Para dosen meninjau bagaimana kader Posyandu mencatat layanan serta mengidentifikasi kendala administrasi manual sebelum merancang kebutuhan sistem informasi yang sesuai.
Pembahasan meliputi pemetaan alur kerja, klasifikasi informasi yang dibutuhkan pengelola, serta penilaian bagian pencatatan yang berpotensi memanfaatkan aplikasi digital. Pendekatan berbasis kebutuhan diharapkan membantu pengurus memahami proses yang harus diperbaiki terlebih dahulu.
Konteks dan tindak lanjut
Ketua tim, Siti Fauziah, menekankan bahwa pemetaan proses bisnis merupakan dasar sebelum pengalihan kerja ke sistem digital. Tanpa pemahaman mengenai pembagian tanggung jawab, alur pemeriksaan, dan kebutuhan data, pengadaan aplikasi belum tentu menyelesaikan masalah administrasi.
Berita resmi UNM menyatakan kegiatan berada pada tahap pelatihan dan analisis kebutuhan. Draf Google Docs yang menyebut aplikasi rekam pertumbuhan balita terintegrasi otomatis sudah terpasang dan mengirim laporan ke puskesmas tidak didukung sumber dan tidak dinyatakan sebagai hasil.
Karena administrasi Posyandu dapat mencakup informasi kesehatan yang sensitif, rancangan sistem berikutnya memerlukan pertimbangan keamanan, pengendalian akses, dan ketepatan data. Hasil efisiensi maupun perubahan kualitas layanan baru dapat dinilai setelah sistem diuji dan digunakan.