JAKARTA — Tim dosen Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri menyelenggarakan pelatihan desain poster dengan bantuan fitur kecerdasan buatan di Aula Kantor Kelurahan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu, 25 Oktober 2026. Kegiatan pengabdian ditujukan kepada anggota Unit Kerja Karang Taruna yang ingin mengembangkan materi promosi digital.
Program bertajuk 'Canva for Creative Youth' dipimpin Ari Puspita dan melibatkan dua dosen lainnya, Lusa Indah Prahartiwi serta Wulan Dari. Tiga mahasiswa, Sunitra Indah Putri, Alya Ridzky Nurbaiti, dan Yenita Puspita Sari, ikut membantu peserta selama kegiatan praktik.
Belajar prompt, tipografi, dan desain poster
Menurut rilis LPPM Universitas Nusa Mandiri yang terbit pada 27 Oktober, puluhan pemuda menghadiri lokakarya dan mempelajari cara membuat bahan visual yang lebih terarah. Tim menjelaskan penggunaan fitur AI di dalam Canva sebagai alat bantu menyusun poster kegiatan dan materi untuk media sosial.
Peserta diperkenalkan pada penyusunan perintah teks atau prompt yang menjelaskan subjek, gaya, serta tujuan desain. Mereka juga mempelajari pemilihan kombinasi warna, tipografi yang mudah dibaca, dan pengaturan komposisi agar informasi utama dapat ditemukan dengan cepat.
Praktik dilakukan melalui ponsel dan tablet masing-masing peserta, termasuk menggunakan kemampuan pembuatan visual otomatis. Pendamping mengingatkan perlunya meninjau kembali hasil yang dihasilkan aplikasi agar isi poster sesuai kebutuhan organisasi, tidak menyesatkan, dan nyaman dibaca.
Rangkaian kegiatan mencakup penilaian karya poster yang dibuat peserta. Tim penyelenggara memilih karya dengan pertimbangan kreativitas dan keterbacaan informasi sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi anggota Karang Taruna dalam proses pembelajaran.
Laporan kampus mengonfirmasi pelatihan dan kegiatan praktik, tetapi tidak memuat data evaluasi peningkatan kemampuan dalam jangka panjang ataupun angka jangkauan promosi sesudah workshop. Pencapaian yang dapat diberitakan ialah pelaksanaan pendampingan dan keterlibatan pemuda, bukan dampak ekonomi atau keberhasilan kampanye yang belum terukur.