MAKASSAR — Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menetapkan 20 penerima penghargaan kelompok Dosen Pendamping dalam Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026. Pengumuman berlangsung dalam rangkaian penutupan kegiatan yang diselenggarakan di Makassar dengan Universitas Muslim Indonesia sebagai tuan rumah.
Penetapan mengacu pada Keputusan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 91/B2/KPT/2026 tertanggal 24 Oktober 2026. Secara keseluruhan, Abdidaya Ormawa menetapkan 171 penghargaan dalam 45 kategori yang mencakup tim pelaksana, organisasi kemahasiswaan, dosen pendamping, perguruan tinggi, mitra, serta karya poster, video, dan stan ekspo.
Lima kategori apresiasi bagi dosen pendamping
Kelompok dosen pendamping terbagi ke dalam lima kategori dengan masing-masing empat peringkat penghargaan. Pada kategori Dosen Pendamping Paling Inovatif, posisi Terbaik I diberikan kepada Abdul Rahman Prasetyo dari Universitas Negeri Malang. Terbaik II hingga IV berturut-turut diraih Adolf Jan Nexson Parhusip dari Universitas Pelita Harapan, Arif Setiawan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Eka Patra dari Universitas Pakuan.
Untuk kategori Dosen Pendamping Paling Aktif, Terbaik I diraih Puri Bakthawar dari Universitas Tidar. Pada kategori Pemahaman Pemberdayaan Masyarakat Terbaik, penghargaan tertinggi diberikan kepada Illah Sailah dari Institut Pertanian Bogor.
Kategori Penguatan Kapasitas Ormawa Terbaik menempatkan Muhammad Ansarullah S. Tabbu dari Universitas Negeri Makassar sebagai Terbaik I. Sementara itu, kategori Keberlanjutan Terbaik dimenangi ST Hajrah Mansyur dari Universitas Muslim Indonesia.
Menurut Belmawa, penilaian Abdidaya juga memperhatikan keterlibatan masyarakat, pencapaian indikator, kualitas keluaran, inovasi, dan perencanaan keberlanjutan program. Pendampingan dosen menjadi salah satu bagian dari upaya membantu mahasiswa melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) bersama masyarakat.
Penghargaan tersebut mengapresiasi kualitas pendampingan pada program yang dinilai, bukan pengesahan bahwa seluruh intervensi telah memberikan dampak jangka panjang. Informasi peringkat lainnya tersedia dalam daftar penetapan resmi Belmawa, yang membedakan kelompok dosen pendamping dari kelompok peserta dan perguruan tinggi.