Langsung ke konten
BERITADOSEN.PORTAL AKADEMIK
Beranda / Pengabdian Masyarakat / Artikel

Tim UNJA Dampingi Motokoffie Kembangkan Kopi Kerinci melalui Digitalisasi

Tim pengabdian Universitas Jambi bersama Mitra Motokoffie mendukung pemasaran kopi Kerinci
Foto: Jambi Ekspres / Dokumentasi Tim UNJA

JAMBI — Tim pengabdian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA) mendampingi usaha Motokoffie dalam mengembangkan pemasaran dan tata kelola produksi kopi Kerinci. Program 'Penguatan Branding Usaha Motokoffie Menuju Produsen Kopi Provinsi Jambi Berdaya Saing Global' dimulai pada 5 September 2026 di Kota Jambi.

Menurut laporan Jambi Ekspres pada 27 September, pendampingan dipimpin Ririn Fatma Nanda dan melibatkan dosen serta mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan bersama pemilik Motokoffie, Eriek Hari Subakti, dengan fokus pada legalitas produk, proses produksi pangan, dan penguatan identitas usaha di ruang digital.

Pendampingan produksi, legalitas, dan pemasaran

Motokoffie membawa konsep 'Journey of Kerinci Specialty Coffee' dalam memasarkan komoditas asal Kerinci. Namun, lokasi pendampingan yang dilaporkan berada di kawasan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, bukan kegiatan pelatihan petani di kebun kopi Kerinci.

Tim menjelaskan tahapan sertifikasi halal melalui skema pernyataan pelaku usaha atau self-declare bagi usaha yang memenuhi ketentuannya. Materi lain mencakup Cara Produksi Pangan yang Baik (CPPB), dokumentasi prosedur operasional, sanitasi, dan pengendalian mutu untuk mendukung kesiapan proses usaha.

Dalam laporan, Yogie Zulni Pratama membahas pengembangan website sebagai sarana penguatan merek, sementara Latifa Aini menjelaskan praktik produksi pangan yang baik. Tim turut menyerahkan mini studio foto produk agar pelaku usaha dapat membuat dokumentasi pemasaran yang lebih memadai.

Jambi Ekspres melaporkan bahwa sertifikat halal Motokoffie diterbitkan melalui jalur self-declare beberapa hari setelah pelatihan. Informasi tersebut merupakan capaian yang dilaporkan sumber, tetapi tidak sama dengan izin edar BPOM yang harus diproses melalui persyaratan dan pemeriksaan tersendiri.

Berita ini menggantikan bahan awal yang mengklaim nilai cupping kopi mencapai 84 dan harga jual menjadi dua kali lipat. Dua angka tersebut tidak memiliki bukti yang dapat ditelusuri untuk kegiatan UNJA yang dimaksud; karena itu, pemberitaan dibatasi pada program Motokoffie yang memiliki laporan pelaksanaan, identitas mitra, dan kegiatan pendampingan yang jelas.

Kopi KerinciUMKMSertifikasi Halal

Kampus: Universitas Jambi

Ada koreksi atau informasi tambahan? Hubungi [email protected].