YOGYAKARTA — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat peningkatan skor indikator International Research Network atau IRN dalam QS Asia University Rankings 2027. Skornya naik dari 29,0 pada edisi sebelumnya menjadi 50,1 dan diikuti kenaikan posisi UMY ke peringkat 364 Asia.
ANTARA Yogyakarta pada 5 November melaporkan peningkatan posisi kampus sebanyak 162 peringkat dari urutan 526 menjadi 364. Wakil Rektor UMY bidang Reputasi, Kerja Sama, dan Digital, Slamet Riyadi, menjelaskan pentingnya membuat kerja sama internasional memiliki aktivitas penelitian yang benar-benar berjalan.
Menurut Slamet, perjanjian seperti memorandum of understanding dan memorandum of agreement perlu ditindaklanjuti dengan agenda akademik yang terukur. Bentuknya dapat berupa penelitian bersama, publikasi ilmiah kolaboratif, pertukaran akademisi, dan kehadiran peneliti internasional pada kegiatan kampus.
Konteks kegiatan dan tindak lanjut
Indikator IRN dalam metodologi QS Asia memiliki bobot 10 persen. UMY mencatat skor IRN 1,1 hingga 2,0 pada 2021–2024, meningkat menjadi 5,9 pada 2025, kemudian 29,0 dan 50,1 pada dua edisi pemeringkatan berikutnya.
Skor tersebut menurut keterangan kampus menyumbangkan sekitar 5,01 poin dari skor keseluruhan 39,0. Kontribusi indikator jejaring riset dinilai penting, tetapi hasil pemeringkatan tetap merupakan gabungan banyak indikator dan bukan hanya akibat satu program kolaborasi.
UMY berharap perluasan kerja sama dapat meningkatkan visibilitas dosen serta keluaran riset yang bermanfaat. Peningkatan peringkat tidak dengan sendirinya membuktikan kualitas seluruh publikasi atau dampak penelitian tertentu; penilaian ilmiah dan hasil kolaborasi tetap perlu dilihat secara terpisah.