JAKARTA — Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan lokakarya penulisan proposal ilmiah berbantuan kecerdasan buatan pada Kamis, 5 November 2026. Kegiatan di Ruang 317 C kampus UAI diikuti sekitar 40 dosen untuk memperkuat kemampuan merancang penelitian dan mempersiapkan proposal pendanaan.
Lokakarya menjadi bagian dari Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset UAI 2026 Seri 1 yang memperoleh pendanaan program sebesar Rp45 juta dari Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek. Dana tersebut adalah dukungan program institusi, bukan bantuan Rp45 juta yang diberikan kepada setiap dosen peserta.
Guru Besar Ilmu Manajemen Pemasaran Universitas Negeri Jakarta, Usep Suhud, menjadi narasumber. Materi mencakup penggunaan AI untuk membantu merumuskan variabel penelitian, hubungan antarvariabel, hipotesis, serta menelaah literatur ilmiah yang berkaitan dengan rancangan penelitian.
Konteks kegiatan dan tindak lanjut
Peserta juga berdiskusi mengenai metodologi, pemilihan responden, pengumpulan data secara in situ dan ex situ, serta potensi penggunaan penyedia panel responden. Pengenalan teknologi diorientasikan sebagai alat bantu kerja ilmiah, bukan pengganti pemeriksaan sumber dan pertanggungjawaban akademik.
Kepala LPIPM UAI, Yunus Effendi, menjelaskan bahwa pendampingan disiapkan untuk membantu dosen menghasilkan rancangan yang lebih matang menjelang skema pendanaan penelitian berikutnya. Rangkaian program dilanjutkan melalui lokakarya metodologi dan coaching proposal sesuai agenda kampus.
Rilis UAI tidak menyatakan bahwa proposal peserta telah diterima pada hibah BIMA 2027 ataupun kualitas hasil penelitian telah meningkat secara terukur. Keberhasilan yang dapat dikonfirmasi adalah penyelenggaraan pelatihan serta rencana pendampingan lanjutan.