Langsung ke konten
BERITADOSEN.PORTAL AKADEMIK
Beranda / Riset & Inovasi / Artikel

IPB Hadirkan MIRAI Mart untuk Pemasaran Inovasi Riset

Sampul netral Berita Dosen
Ilustrasi netral Berita Dosen

BOGOR — Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet meluncurkan MIRAI Mart, sebuah platform marketplace yang ditujukan untuk mendukung pemasaran produk inovasi hasil penelitian, usaha rintisan kampus, dan UMKM binaan. Peluncuran platform dilaporkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya IPB membawa inovasi dari lingkungan riset ke pasar.

Pada tahap peluncuran, katalog platform disebut mencakup 58 produk inovasi dosen, 26 produk startup binaan, dan lima produk UMKM binaan. Angka tersebut merujuk pada produk yang masuk katalog saat peluncuran, bukan jumlah transaksi atau produk yang sudah terjual.

Katalog awal memuat produk dosen, startup, dan UMKM

MIRAI Mart merupakan singkatan dari Marketplace for Innovation, Research, and Applied Ideas. Platform itu ditujukan sebagai penghubung antara hasil pengembangan akademik dan kebutuhan calon pengguna di luar kampus.

Katalog awal mencakup tiga kelompok produk, yakni 58 inovasi dosen, 26 produk startup binaan, dan lima produk UMKM binaan. Pembagian tersebut menunjukkan bahwa hilirisasi yang ditawarkan tidak dibatasi pada satu bentuk kegiatan usaha atau satu bidang penelitian.

Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University, Handian Purwawangsa, menjelaskan bahwa MIRAI Mart menyediakan ruang pemasaran bagi produk inovasi dan usaha binaan. Katalog mencakup antara lain pangan fungsional, benih unggul, pupuk hayati, serta produk berbahan alam. Penyebutan kategori produk merupakan gambaran katalog, bukan verifikasi independen mengenai sertifikasi, efektivitas, atau kesiapan komersial masing-masing produk.

Kehadiran marketplace memberi saluran promosi dan penelusuran produk, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan semua inovasi tersebut sudah terjual atau menghasilkan pendapatan bagi inventor. Ukuran keberhasilan pemasaran akan bergantung pada transaksi serta pemanfaatan oleh konsumen.

Inisiatif ini memperlihatkan pendekatan hilirisasi hasil riset melalui saluran digital yang dapat mempertemukan inovator dengan calon pengguna. Produk yang diperkenalkan mencakup bidang pangan, pertanian, dan inovasi terapan.

Pengembangan kanal tersebut juga menyisakan pekerjaan lanjutan, mulai dari kurasi informasi produk hingga pengukuran respons pengguna. Data penjualan dan jangkauan konsumen belum dicantumkan dalam informasi peluncuran yang tersedia.

PenelitianInovasiUMKM

Kampus: IPB University

Ada koreksi atau informasi tambahan? Hubungi [email protected].