AMBON — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon mengukuhkan 161 lulusan pada wisuda sarjana dan pascasarjana periode kedua tahun akademik 2026, Selasa, 27 Oktober. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-8 IAKN Ambon dan dihadiri unsur pimpinan perguruan tinggi serta pemangku kepentingan pendidikan.
Rektor IAKN Ambon Elka Anakotta menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi, literasi digital, dan kesediaan untuk terus belajar sepanjang hayat. Menurutnya, lulusan perlu membawa kompetensi serta nilai kemanusiaan dan spiritualitas ketika menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat.
Penguatan mutu, dosen, dan tata kelola
Sebanyak 46 lulusan berasal dari Pendidikan Agama Kristen, 18 dari Bimbingan Konseling Kristen, dan 54 dari Pendidikan Kristen Anak Usia Dini. Program lain yang turut menyumbang lulusan ialah Teologi, Agama dan Budaya, Pariwisata Agama dan Budaya, Musik Gereja, Pendidikan Seni Musik, serta program magister.
Laporan ANTARA menyebut sembilan lulusan Magister Pendidikan Agama Kristen dan satu lulusan Magister Musik Gereja. Perincian tersebut memperlihatkan kontribusi beragam program studi dalam menghasilkan tenaga profesional dan lulusan yang diharapkan dapat berkarya di berbagai sektor masyarakat.
Direktur Pendidikan Kristen Kementerian Agama Suwarsono membacakan sambutan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Jeane Marie Tulung. Kementerian menyoroti empat prioritas penguatan perguruan tinggi, yakni mutu akademik, kapasitas dosen, relevansi keilmuan, serta tata kelola.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turut mengingatkan bahwa persaingan dunia kerja semakin luas dan lulusan perlu memperkuat kemampuan beradaptasi. Orasi ilmiah oleh Thomas Pentury membahas integrasi iman, keunggulan ilmu, dan transformasi kehidupan sebagai bagian dari rangkaian peringatan institusi.
Sumber peliputan mengonfirmasi wisuda dan arah pengembangan perguruan tinggi, tetapi tidak memuat hasil penelitian baru mengenai Pela Gandong atau klaim bahwa kampus telah menjadi pusat diplomasi musik internasional. Karena itu, artikel ini berfokus pada kegiatan serta pesan pengembangan akademik yang benar-benar disampaikan.