SOLO — Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Sebelas Maret (UNS), Haryani Saptaningtyas, menjadi pemateri konferensi internasional mengenai perubahan iklim dan pembangunan di Chulalongkorn University, Bangkok, Thailand, pada 29–31 Oktober 2026. Keterlibatannya diumumkan Humas UNS pada 3 November.
Haryani yang mengajar pada Program Magister dan Doktor Penyuluhan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat memaparkan penelitian terkait perlindungan komunitas yang mengalami bencana secara perlahan. Fokus kajiannya ialah masyarakat pesisir Sayung, Demak, Jawa Tengah, yang terdampak banjir rob berkepanjangan.
Makalah yang dibawa membahas hubungan antara lokasi tempat tinggal, mata pencaharian, dan keselamatan hidup atau kerangka 3L: location, livelihood, and life. Penelitian tersebut juga mengulas keputusan warga untuk bertahan atau berpindah ketika tekanan lingkungan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Fokus kegiatan dan tindak lanjut
Konferensi mempertemukan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Thailand, Vietnam, Filipina, dan Indonesia. Pertemuan tersebut memberi kesempatan kepada peneliti untuk bertukar pendekatan pengumpulan bukti serta membandingkan persoalan adaptasi iklim di berbagai wilayah.
Menurut UNS, kajian yang dipaparkan diarahkan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan atau policy brief. Tujuannya membantu pembuat kebijakan memahami tantangan masyarakat pesisir tanpa mengabaikan kondisi sosial, ekonomi, dan pilihan hidup penduduk yang terkena dampak rob.
Kehadiran dosen UNS di forum tersebut juga diharapkan memperkaya materi pembelajaran mengenai pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Pengajuan rekomendasi kebijakan belum sama dengan kebijakan yang sudah diterapkan; dampak implementasinya masih perlu dilacak setelah konferensi.