OGAN ILIR — Tim dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya memberikan edukasi mengenai jurusan Akuntansi dan peluang profesi di era kecerdasan buatan kepada 50 siswi atau santriwati SMA IT Raudhatul Ulum Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan berlangsung pada 19 September 2026 dan dilaporkan media pada 6 November.
Program pengabdian dipimpin Ahmad Syathiri bersama Yos Karimudin, Rifani Akbar Sulbahri, Agil Novriansa, Watim Maysaroh, serta Yusuf Radityawan Idrad. Para dosen memperkenalkan bidang keilmuan akuntansi dan menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi mengubah cara kerja profesional keuangan.
Salah satu sesi bertajuk Accounting Talk membahas otomatisasi pekerjaan rutin melalui AI, big data, cloud accounting, dan teknologi blockchain. Rifani Akbar Sulbahri menjelaskan bahwa profesi akuntan tetap memerlukan kemampuan analisis, penilaian risiko, dan penyusunan rekomendasi untuk membantu pengambilan keputusan.
Konteks dan tindak lanjut
Peserta juga diperkenalkan pada pilihan pekerjaan seperti auditor internal, akuntan publik, akuntan manajemen, analis data, akuntan forensik, dan profesi terkait keberlanjutan. Keragaman bidang tersebut menunjukkan bahwa studi Akuntansi tidak terbatas pada pencatatan transaksi manual.
Melalui pendekatan pengenalan karier, dosen berupaya membantu pelajar memahami persiapan kompetensi sebelum memilih pendidikan tinggi. Kegiatan sekaligus memberi contoh tentang pentingnya keterampilan digital, ketelitian, etika, serta pemahaman bisnis sebagai bekal profesi.
Laporan Sumsel Update menjelaskan peserta dan materi yang disampaikan, tetapi tidak mencantumkan pengukuran peningkatan minat kuliah atau perubahan pilihan karier peserta setelah penyuluhan. Karena itu, dampak jangka panjang kegiatan belum dapat disimpulkan.