Langsung ke konten
BERITADOSEN.PORTAL AKADEMIK
Beranda / Pengabdian Masyarakat / Artikel

Dua Dosen Farmasi UNAIR Edukasi Penggunaan Obat di Brunei Darussalam

Dokumentasi program edukasi penggunaan obat oleh dua dosen Fakultas Farmasi UNAIR di Brunei Darussalam

BRUNEI DARUSSALAM — Dua dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR) berpartisipasi dalam program pengabdian internasional di Brunei Darussalam pada 14 Oktober 2026. Mereka adalah Zamrotul Izzah dan Anila Impian Sukorini.

Kegiatan bertajuk International Community Engagement Program for Rational Use of Medicines and Sustainable Medication Practices in Brunei Darussalam itu dilaksanakan bekerja sama dengan Universiti Brunei Darussalam. Fokusnya ialah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan obat secara rasional dan bertanggung jawab.

Menguatkan pemahaman penggunaan obat

Dalam program tersebut, kedua akademisi berkontribusi pada penyuluhan yang menekankan pentingnya memahami cara menggunakan obat dengan benar. Materi berkaitan dengan pemakaian obat yang tepat serta prinsip penggunaan obat secara aman.

Penggunaan obat rasional meliputi penyesuaian obat dengan kebutuhan medis, dosis, serta petunjuk penggunaan dari tenaga kesehatan. Penyuluhan semacam ini membantu masyarakat mengenali alasan mengapa penggunaan obat memerlukan informasi dan pertimbangan yang memadai.

Program juga mengangkat praktik penggunaan obat yang berkelanjutan. Dalam konteks kesehatan masyarakat, topik ini berkaitan dengan upaya mencegah penggunaan yang tidak perlu dan mendorong penanganan obat secara bertanggung jawab.

Kolaborasi pendidikan farmasi lintas negara

Partisipasi dosen UNAIR bersama mitra di Brunei Darussalam menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan di bidang kefarmasian. Keterlibatan akademisi dalam kegiatan internasional membuka kesempatan untuk mempertemukan pendidikan, pengabdian, dan jejaring institusi.

Fakultas Farmasi UNAIR menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat, aman, dan bertanggung jawab.

Laporan yang tersedia belum memberikan data pengukuran perubahan pengetahuan peserta setelah penyuluhan. Karena itu, manfaat program disampaikan sebagai tujuan dan kontribusi kegiatan, bukan sebagai dampak kesehatan yang telah terukur.

PengabdianKesehatanKolaborasi

Kampus: Universitas Airlangga

Ada koreksi atau informasi tambahan? Hubungi [email protected].