BANDUNG — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menempatkan hilirisasi hasil penelitian dosen sebagai salah satu arah penguatan tridarma perguruan tinggi pada peringatan Dies Natalis ke-72, Selasa, 20 Oktober 2026. Peringatan yang mengusung tema Melesat Berdampak berlangsung di Gedung Balai Pertemuan Umum Ahmad Sanusi, Kampus UPI.
Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, paten, maupun bentuk kekayaan intelektual lainnya. Kampus mendorong pengembangan prototipe menuju produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan memiliki peluang dikembangkan lebih luas.
Menghubungkan penelitian dengan kebutuhan pengguna
Menurut publikasi resmi UPI pada 20 Oktober, universitas tengah menyiapkan perusahaan rintisan yang bersumber dari hasil penelitian dosen. Pengembangan tersebut dimaksudkan membantu membawa inovasi dari lingkungan akademik ke tahap penggunaan yang lebih nyata.
Selain penelitian, kampus menaruh perhatian pada dampak pendidikan terhadap lulusan. Rektor menyebut sekitar 86 persen lulusan tercatat terserap ke dunia kerja dalam rentang hingga 15 bulan setelah menyelesaikan studi, sambil menekankan pentingnya penguatan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama.
Penekanan pada hilirisasi merupakan sasaran pengembangan, bukan pengumuman bahwa seluruh penelitian dosen telah berhasil dikomersialisasi atau bahwa kegiatan riset yang belum matang diwajibkan langsung menjadi produk. Kemajuan tiap inovasi masih bergantung pada pengujian, kesiapan teknologi, mitra, dan kebutuhan pengguna.