Site icon Berita Dosen

Universitas Amikom Purwokerto Dorong Literasi AI Guru SMK Negeri 1 Pekalongan

PURWOKERTO – Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong dunia pendidikan untuk beradaptasi, termasuk pendidikan vokasi. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Amikom Purwokerto melalui program Pengabdian kepada Masyarakat menyelenggarakan Workshop Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial bagi Guru SMK Negeri 1 Pekalongan, Rabu, 20 Agustus 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini diikuti oleh 64 guru SMK Negeri 1 Pekalongan. Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Negeri 1 Pekalongan, Isniharsih Feriany, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan dukungan terhadap kegiatan peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi AI yang semakin relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan dunia kerja.

Workshop ini dirancang untuk membantu guru memahami pemanfaatan AI secara praktis, aman, dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran, mulai dari penyusunan perangkat ajar, pembuatan materi, hingga penyusunan asesmen berbasis kompetensi.

Ketua pelaksana kegiatan, Arif Mu’amar Wahid, M.Kom., dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Amikom Purwokerto, menyampaikan bahwa AI tidak seharusnya dipahami sebagai pengganti peran guru, melainkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas kerja guru.

“Guru tetap menjadi pengarah utama dalam pembelajaran. AI dapat membantu mempercepat penyusunan draf perangkat ajar, materi, maupun asesmen, tetapi hasilnya tetap perlu diverifikasi, disesuaikan dengan kurikulum, dan dipastikan relevan dengan kebutuhan siswa,” ujar Arif.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi tentang konsep dasar AI, large language model (LLM), keterbatasan AI seperti halusinasi dan bias, serta teknik prompting yang efektif. Selain itu, guru juga dilatih memanfaatkan AI untuk menerjemahkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi draf Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menyusun Modul Ajar, membuat materi ajar yang lebih kontekstual, serta merancang soal dan rubrik KKTP.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan penggunaan AI secara etis dan bertanggung jawab. Peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya verifikasi keluaran AI, perlindungan data pribadi siswa, deklarasi penggunaan AI, serta pencegahan plagiarisme dan ketidakjujuran akademik.

Salah satu peserta kegiatan, Erman Istanto, S.Pd., yang juga merupakan Ketua Komunitas Belajar Asik Berbagi di SMK Negeri 1 Pekalongan, menyambut baik pelaksanaan workshop ini. Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan guru dalam menyusun pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru, terutama untuk memahami bagaimana AI dapat digunakan secara tepat dalam pembelajaran. Materinya membantu kami melihat AI bukan sekadar alat bantu cepat, tetapi juga perlu digunakan secara kritis, bertanggung jawab, dan tetap disesuaikan dengan kebutuhan siswa,” ujar Erman.

Hasil evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan respons positif dari peserta. Berdasarkan kuesioner yang dianalisis, pemahaman keseluruhan peserta mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran meningkat dari skor rata-rata 3,71 menjadi 4,29 pada skala 5. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang baik dalam penggunaan AI untuk membuat materi ajar yang relevan dan inovatif, dengan skor rata-rata 4,43, serta kemampuan membuat prompt AI yang spesifik untuk kebutuhan pembelajaran dengan skor 4,29.

Melalui kegiatan ini, Universitas Amikom Purwokerto berharap para guru dapat mulai memanfaatkan AI secara lebih terarah dalam pembelajaran. Ke depan, pelatihan lanjutan diharapkan dapat difokuskan pada pembuatan video pembelajaran berbantuan AI, media pembelajaran interaktif, penyusunan asesmen, serta analisis data siswa. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun budaya penggunaan AI yang aman, kritis, dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah vokasi.

Exit mobile version