SURABAYA — Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (FKK ITS) memaparkan pengembangan teknologi kesehatan dalam kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Khairul Munadi ke lingkungan fakultas pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Menurut rilis ITS pada 31 Oktober, kunjungan tersebut menyoroti integrasi pendidikan kedokteran dengan keahlian rekayasa melalui program studi Teknologi Kedokteran. Fakultas menempatkan pengembangan alat kesehatan sebagai salah satu bagian dari inovasi akademik lintas bidang.
Integrasi kedokteran dan teknologi rekayasa
Dekan FKK ITS Lukman Hakim menjelaskan karakter pendidikan yang menggabungkan kompetensi medis dan kewirausahaan teknologi. Keterlibatan dosen bidang teknik membuka peluang pengembangan perangkat yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Kepala Program Studi Teknologi Kedokteran Shoffi Izza Sabilla memperkenalkan inovasi implan kustom untuk rekonstruksi tulang tengkorak dan tulang hidung. Dalam pendekatan ini, keahlian rekayasa digunakan untuk menyiapkan bentuk implan yang menyesuaikan kebutuhan anatomi pasien.
Khairul Munadi mengapresiasi pendekatan interdisipliner tersebut, sekaligus mengingatkan bahwa penguasaan teknologi kesehatan harus disertai keselamatan pasien dan nilai kemanusiaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke fasilitas laboratorium dan ruang keterampilan medis.
Rilis ITS mengonfirmasi pemaparan pengembangan implan, tetapi tidak merinci jumlah pasien yang menerima produk atau status izin edar untuk penggunaan klinis. Oleh karena itu, berita tidak menyatakan inovasi sudah dipakai luas ataupun terbukti menurunkan biaya operasi.