BATU — Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB) mengadakan pelatihan bimbingan dan konseling bagi dosen penasihat akademik pada 12–14 Oktober 2026 di Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan dosen dalam mendampingi mahasiswa yang menghadapi persoalan selama perkuliahan.
Pelatihan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan FK UB, Husnul Khotimah. Materi menekankan keterampilan mendengarkan aktif, komunikasi empatik, dan pendekatan konseling suportif yang dapat diterapkan dalam interaksi dosen dengan mahasiswa.
Membekali dosen dengan keterampilan komunikasi
Penasihat akademik memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa menavigasi proses belajar, merencanakan studi, serta mencari jalan keluar atas kesulitan akademik. Kegiatan ini mencoba memperkuat sisi komunikasi agar pendampingan tidak hanya berfokus pada urusan administrasi perkuliahan.
Melalui praktik dan simulasi, peserta diperkenalkan pada cara mendengarkan masalah mahasiswa secara lebih sistematis. Pendekatan empatik diperlukan agar mahasiswa memiliki ruang untuk menyampaikan pengalaman dan kebutuhan yang berkaitan dengan studinya.
Mengetahui batas kewenangan pendampingan
Salah satu penekanan pelatihan adalah memahami batasan peran dosen penasihat akademik. Tidak semua masalah mahasiswa dapat diselesaikan hanya melalui konsultasi akademik, terutama apabila terdapat kondisi psikologis yang membutuhkan bantuan profesional.
Dosen perlu mampu mengenali kapan mahasiswa membutuhkan rujukan ke layanan konseling atau tenaga kesehatan jiwa yang kompeten. Dengan demikian, pendampingan akademik dapat membantu mahasiswa memperoleh dukungan yang tepat tanpa menggantikan layanan psikologis atau medis.
Kegiatan tersebut juga menyoroti hubungan antara lingkungan belajar yang mendukung dan kesejahteraan mahasiswa. Komunikasi yang terbuka dapat mempermudah penyampaian masalah sebelum berkembang menjadi hambatan studi yang lebih besar.
Pelatihan ini merupakan pembekalan keterampilan bagi dosen, sementara dampaknya terhadap kualitas pendampingan mahasiswa perlu dinilai melalui penerapan dan evaluasi di lingkungan fakultas.