MAKASSAR — Tim dosen Laboratorium Mikrobiologi Farmasi Universitas Hasanuddin menyelenggarakan pelatihan pembuatan kompos berbahan daun kering pada 23 Oktober 2026 di Kampus Tamalanrea. Kegiatan melibatkan lebih dari 30 petugas kebersihan dari lingkungan Fakultas Farmasi dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Pelatihan dibuka Wakil Dekan II Fakultas Farmasi Unhas Herlina Rante. Kegiatan dipimpin Sartini dengan dukungan Nana Juniarti Natsir Djide, Dewi Purwaningsih, Afdil Viqar Viqhi, Haslia, serta anggota tim lainnya yang terlibat dalam penyampaian materi dan peragaan pengolahan sampah organik.
Dari pencacahan daun hingga fermentasi
Menurut fakultas, lingkungan kampus yang banyak ditumbuhi pepohonan menghasilkan daun kering yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Pengolahan bahan tersebut menjadi kompos diperkenalkan sebagai alternatif yang lebih bermanfaat dibanding membuang atau membakar sampah.
Peserta mempelajari pencacahan daun kering dan tanaman segar, pencampuran bahan, serta penggunaan larutan aktivator mikroorganisme pengurai. Campuran kemudian disimpan di dalam wadah khusus agar proses penguraian berlangsung melalui fermentasi selama beberapa minggu.
Petugas tidak hanya menerima penjelasan mengenai pengolahan sampah, tetapi juga mengikuti peragaan praktik. Pada tahapan itu, peserta mengenal kebutuhan pemilihan bahan, penyiapan campuran, dan pemeliharaan proses agar kompos dapat digunakan secara tepat setelah mencapai tingkat kematangan yang diperlukan.
Penyelenggara berharap keterampilan tersebut dapat digunakan dalam pengelolaan sampah harian di lingkungan Fakultas Farmasi dan FMIPA Unhas. Pelaksanaan secara berkelanjutan memerlukan dukungan sarana pemilahan, pengawasan proses, dan koordinasi petugas kebersihan dengan pengelola kampus.
Sumber resmi tidak memberikan data total tonase sampah yang telah diolah, hasil analisis kimia kompos, atau volume produksi yang sudah dibagikan kepada warga. Berita ini menekankan materi, peserta, dan manfaat yang diharapkan dari pelatihan, bukan menyatakan program telah mencapai kondisi tanpa sampah.