GOWA — Tim dosen Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperkenalkan pengolahan eceng gondok menjadi trichokompos kepada pemuda Karang Taruna Bunga Teratai di Kelurahan Mawang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dipimpin Maimuna Nontji melalui program sosialisasi dan pendampingan inovasi trichokompos eceng gondok. Selain menyampaikan materi, tim mengenalkan tahapan praktik pengolahan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
Mengolah gulma menjadi bahan kompos
Eceng gondok dikenal sebagai tanaman air yang dapat berkembang dengan cepat. Dalam jumlah berlebihan, pertumbuhannya berpotensi mengganggu kondisi perairan. Tim UMI mengajak peserta melihat tanaman tersebut juga sebagai sumber bahan organik yang dapat dimanfaatkan dengan pengolahan tepat.
Pada praktik yang diperkenalkan, bahan eceng gondok diolah menggunakan proses pengomposan dengan bantuan Trichoderma, kelompok jamur yang digunakan dalam berbagai aplikasi pertanian. Produk yang dihasilkan dikenal sebagai trichokompos.
Pendekatan tersebut memungkinkan peserta mempelajari hubungan antara pengelolaan limbah organik dan kebutuhan input pertanian. Namun, mutu akhir kompos dan pengaruhnya pada tanaman tetap bergantung pada bahan, proses produksi, serta kondisi penggunaan.
Pendampingan bagi kelompok pemuda
Kegiatan tidak hanya menekankan pengetahuan teknis, tetapi juga keterampilan mengolah sumber daya yang mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal peserta. Melalui demonstrasi, anggota karang taruna diperkenalkan pada kemungkinan pemanfaatan biomassa yang sebelumnya dianggap mengganggu.
Menurut Maimuna, pendampingan diharapkan mendorong kepedulian lingkungan sekaligus memperluas pengetahuan tentang pengolahan bahan organik untuk kegiatan pertanian.
Peluang usaha dari produksi pupuk organik masih memerlukan pengembangan keterampilan, kontrol mutu, dan penilaian pasar. Kegiatan UMI menjadi tahap pengenalan teknologi dan pendampingan masyarakat, bukan klaim bahwa usaha komersial peserta telah berhasil terbentuk.